Jumat, 11 Mei 2012

LEADERSHIP : How To Develop Our Leadership Skills ?



 Apakah kita terlahir sebagai seorang pemimpin? Pertanyaan itu sering terbersit dalam hati hampir semua orang.  Dan itu adalah hal yang wajar. Bahkan banyak ahli kepemimpinan yang berpendapat bahwa manusia dilahirkan untuk menjadi seorang pemimpin. Tapi bila kita telusuri lagi maka yang kita lebih lagi mengerti adalah bahwa manusia itu  dilahirkan dengan memiliki ciri-ciri seorang pemimpin didalam dirinya, tetapi untuk mengembangkan keterampilan kepemimpinannya maka manusia itu sendirilah yang  harus mengembangkannya dengan di dukung suatu dorongan dari dalam yang kuat untuk mengembangkan keterampilan kepemimpinan yang ada didalam dirinya.  Hal ini bukanlah merupakan persoalan yang mudah tapi bukan juga merupakan persoalan yang sulit. Di perlukan suatu semangat dan gairah yang akan membawa kepada pengaruh yang positif baik bagi kita sebagai pemimpin maupun orang lain sebagai anak buah/karyawan kita.

Selain itu di sisi yang lain adanya  mitos mengenai pemimpin yaitu pandangan-pandangan atau keyakinan-keyakinan masyarakat yang dilekatkan kepada gambaran seorang pemimpin. Mitos ini disadari atau tidak telah  mempengaruhi pengembangan pemimpin dalam suatu organisasi.

Ada 3 (tiga) mitos yang berkembang di masyarakat, yaitu mitos the Birthright, the For All - Seasons , dan the Intensity. Pertama,  Mitos the Birthright berpandangan bahwa pemimpin itu dilahirkan bukan dihasilkan (dididik). Mitos ini berbahaya bagi perkembangan regenerasi pemimpin karena yang dipandang pantas menjadi pemimpin adalah orang yang memang dari sananya dilahirkan sebagai pemimpin, sehingga yang bukan dilahirkan sebagai pemimpin tidak memiliki kesempatan menjadi pemimpin

Kedua, Mitos the For All - Seasons berpandangan bahwa sekali orang itu menjadi pemimpin selamanya dia akan menjadi pemimpin yang berhasil. Pada kenyataannya keberhasilan seorang pemimpin pada satu situasi dan kondisi tertentu belum tentu sama dengan situasi dan kondisi lainnya.

Ketiga, Mitos the Intensity -  berpandangan bahwa seorang pemimpin harus bisa bersikap tegas dan galak karena pekerja itu pada dasarnya baru akan bekerja jika didorong dengan cara yang keras. Pada kenyataannya kekerasan mempengaruhi peningkatan produktivitas kerja hanya pada awal-awalnya saja, produktivitas seterusnya tidak bisa dijamin. Kekerasan pada kenyataannya justru dapat menumbuhkan keterpaksaan yang akan dapat menurunkan produktivitas kerja.

Yang sering terjadi  adalah bahwa sebagai seorang pemimpin  kita telah berusaha untuk menjadi seorang pemimpin yang baik, tetapi ternyata kita ada pada titik-titik tertentu dan tidak berkembang. Kita melihat bahwa mulai terjadi keluhan atau pemberontakan-pemberontakan kecil yang dilakukan oleh bawahan/anak buah kita. Kita mendapatkan sepertinya kita tetap berhadapan dengan tembok yang sulit untuk di tembus dan kita ada pada titik jenuh untuk berkembang sebagai seorang pemimpin. Sering kali sebagai seorang pemimpin sadar atau tidak sadar kita  telah melakukan kesalahan fatal dengan berubah menjadi pemimpin yang mau-maunya sendiri. Robert K. Greenleaf, seorang  ahli leadership menyatakan :  ”The only test of leadership is that somebody follows.” Satu-satunya tolak  ukur  dapat dilihat apakah kita seorang pemimpin yang baik adalah ketika kepemimpinan kita itu dapat di ikuti oleh orang lain, yang dimaksud disini adalah karyawan/anak buah kita tunduk dan mentaati ketetapan yang telah kita tetapkan.

Pada kenyataannya, ada banyak kesempatan untuk mengembangkan keterampilan kepemimpinan kita, baik di dalam perusahaan  dan diluar perusahaan kita.  Seperti misalnya pengembangan dari luar dimana  kita dapat mengikuti seminar-seminar atau workshop-workshop dan bila yang dari dalam sendiri kita dapat belajar dari situasi yang ada, hanya yang diperlukan adalah di mana kita mau untuk belajar  dan mau untuk di kembangkan. Dalam hal ini sebagai seorang pemimpin sangatlah perlu untuk mengembangkan ketrampilan kepemimpinan didalam dirinya. Dan sebagai manusia tidak pernah ada kata terlambat, sekalipun mungkin kita telah lama menjadi seorang pemimpin atau baru menjadi seorang pemimpin dalam sebuah perusahaan. Tetapi paling tidak kita dapat berkembang dalam  hal memimpin akan diri kita sendiri.

Tentunya menjadi pemimpin tidak dapat dengan tiba-tiba. Menjadi pemimpin harus melalui proses mulai belajar cara menjadi pemimpin yang baik dan bermanfaat. Untuk itu, kita harus mempelajari apa saja sifat kepemimpinan secara umum yang sangat  berguna bagi pemimpin. Sehingga kita dapat belajar memahami dan mulai mempraktekkan diri sebagai pemimpin serta mengembangkannya sebagai calon pemimpin masa yang akan datang. Sifat-sifat kepemimpinan yang perlu kita kembangkan adalah sebagai berikut :

1. Keinginan untuk menerima tanggung jawab
Seorang pemimpin harus menerima tanggung jawab. Oleh sebab itu, seorang pemimpin harus mengetahui apa saja yang harus dilakukan, apa saja yang dipunyai dan mengetahui setiap resiko dari setiap pekerjaan. Belajarlah menjadi pemimpin dengan tidak mengulang kesalahan yang sama, dan mulai sekarang belajar menerima tanggung jawab.

2. Mencapai tujuan yang realistis
Seorang pemimpin dalam menetapkan tujuan harus wajar dan dapat dilaksanakan. Pengertian wajar dan dapat dilaksanakan adalah keinginan tersebut masih dalam kemampuan untuk dilaksanakan. Kita harus membuat tujuan yang realistis, dapat dicapai dan terus ditingkatkan. Mulailah belajar memimpin dengn membuat tujuan yang realistis sesuai dengan kemampuan dan keinginan Anda.

3. Bekerja keras dan bekerja cerdas
Seorang pemimpin harus bekerja keras dan rajin. Pemimpin pasti menjadi contoh, apabila dia malas, sering terlambat, maka anak buahnya akan mengikuti. Bagi pemimpin, bekerja keras tidak cukup. Seorang pemimpin juga harus bekerja dengan cerdas, yaitu bekerja dengan strategi dan otak, bukan dengan otot saja.

4. Bersikap obyektif
Seorang pemimpin harus bersikap obyektif yaitu mengambil keputusan berdasarkan fakta, dan data serta rasioanl, dan bukan emosional serta bias. Seorang pemimpin tidak boleh gampang marah dan pilih kasih, memihak salah satu dan lain-lain. Pemimpin harus mengayomi seluruh anak buahnya, dan harus menempatkan setiap anak buahnya dalam kedudukan yang sama. Pemimpin harus mempunyai alat ukur yang sama untuk menentukan keberhasilan dan kegagalan setiap anak buahnya dan tidak menggunakan standar ganda.

5. Dapat menentukan skala prioritas
Kita mengetahui bahwa apa yang kita miliki sangat terbatas, dan keinginan kita tidak terbatas. Oleh sebab itu kita harus menentukan prioritas. Dalam kehidupan sehari-hari, tidak semua keinginan dapat dilaksanakan. Yang terpenting dari seorang pemimpin adalah dapat membuat keputusan yang dapat diterima semua pihak. Bagaimana membuat skala prioritas, yaitu yang terpenting bagi organisasi dalam jangka panjang.

6. Kemampuan untuk komunikasi
Seorang pemimpin mencapai tujuan melaui orang lain. Oleh sebab itu, setiap pemberian informasi, perintah atau permintaan harus dapat dimengerti dengan baik oleh orang lain. Seorang pemimpin harus dapat menyampaikan gagasannya kepada orang lain dengan jelas baik lewat tulisan, ucapan atau perbuatan.. Mulailah menjadi pemimpin dengan belajar berkomunikasi dengan orang lain. Jangan takut berbicara, tetapi berbicaralah dengan baik dan benar, sehingga orang suka kepada Anda.

7. Berorientasi ke masa depan
Seorang pemimpin tidak boleh hanya berorientasi jangka pendek. Seorang pemimpin harus berpikir jangka panjang, berpikir bagaimana kondisi untuk 5 – 10 tahun mendatang. Seorang pemimpin dengan menggunakan data dan fakta dapat memprediksi keadaan masa mendatang, dan untuk menang, seorang pemimpin mempersiapkan dari sekarang.

8. Mampu membimbing
Seorang pemimpin harus mempunyai sifat untuk membimbing dan mengarahkan anak buah. Ketrampilan ini sangat dibutuhkan karena kemampuan anak buah dan masalah yang dihadapi berbeda-beda. Kemampuan membimbing dan mengarahkan perlu dikembangkan dan ditingkatkan sehingga setiap anak buah mempunyai kualifikasi dan kompetensi yang memadai. Seorang pemimpin juga harus mampu memberikan motivasi kepada anak buahnya sehingga anak buahnya ingin bekerja keras setiap hari.

9. Berlaku secara bijak dengan kekuasaan
Banyak pemimpin besar yang akhirnya jatuh karena tidak bijak menggunakan kekuasaan. Kekuasaan yang besar cenderung sewenang-wenang dan korup. Inilah awal keruntuhan dari kepemimpinan. Apabila kita ingin menjadi orang sukses, sudah sepantasnya kita mengendalikan nafsu untuk tidak sewenang-wenang dan korup. Mulailah belajar dengan bijak terhadap kekuasaan pada diri sendiri dan organisasi.

Selain itu berikut adalah  7 daftar check list untuk kita dapat mengetahui  apakah kita sebagai seorang pemimpin telah mengembangkan jiwa kepemimpinan kita kearah yang lebih baik, menurut  Robert K. Greenleaf :

1.       Mengetahui apa yang orang pikirkan tentang gaya manajemen. Maksudnya disini adalah Biarkan tim/anak buah  kita memberikan pendapat/kritikan yang membangun.  Sebuah lingkungan yang santai dan terbuka yang kita berikan akan membantu menarik keluar pendapat jujur mereka.
2.       Dengarkan  dengan baik-baik:  ketika anggota tim/anak buah  kita berbicara kepada  kita tentang semua kekhawatiran kerja atau masalah yang ada di dalam kehidupannya dimana terkait mereka, mendengar mereka mengungkapkannya keluar dari hati mereka. Kita bisa menunjukkan rasa empati kita, menyarankan alternatif/ memberikan solusi bila diperlukan dan menciptakan harmoni dalam lingkungan kerja.  PEMIMPIN BESAR adalah pendengar yang  baik bagi orang lain.
3.       Komunikasi  efektif. Membiasakan berkomunikasi dengan efektif sehingga menghasilkan kekompakan yang positif dilingkungan kita, dan bertanggung jawab penuh untuk keputusan yang telah disepakati bersama. Seringkali disinilah letak kelemahan seorang pemimpin yaitu tidak terjalinnya komunikasi yang baik dengan anak buah/anggota timnya. Sebagai seorang pemimpin kita harus dapat mengkomunikasikan apa yang ada didalam pikiran kita karena tidak semua orang dapat mengenal dan memahami akan jalan pemikiranpemimpinnya. Selalu ulangi pesan yang hendak kita sampaikan untuk membuatnya terdengar positif. Miliki prinsip bahwa Komunikasi yang efektif adalah seni.
4.       Miliki sikap low profle:  Sikap low profile merupakan sebuah bagian integral dari keterampilan kepemimpinan yang berkembang dengan cara belajar untuk menghormati kemampuan anak buah / anggota tim kita. Biarkan anggota tim/anak buah kita  mengambil keputusan atas masalah-masalah tertentu. Memberikan kepercayaan kepada mereka untuk mengerjakan pekerjaan mereka, jangan menjadi pengawas mereka.
5.       Memimpin dengan memberi contoh: Kita sudah sering membaca/mendengar akan pendapat ini. Tetapi memang ini adalah cara yang paling tepat untuk membuat anak buah/tim kita menjadi percaya penuh pada integritas kita, dan bahwa kita benar-benar melaksanakan apa yang kita katakan.
6.       Kepemimpinan berbagi: Maksudnya disini adalah sebagai pemimpin kita dapat mendistribusikan tugas-tugas di antara anggota tim/anak buah kita tergantung pada situasi dan kekuatan masing-masing individu. Kita akan  menjadi pemimpin yang lebih baik dengan melibatkan lebih banyak orang dalam proses kepemimpinan kita.
7.       Evaluasilah akan keberhasilan kita sebagai seorang pemimpin  bersama-sama dengan anggota tim/anak buah kita: tanggung jawab utama kita adalah untuk memastikan keberhasilan dan pengembangan anggota tim/anak buah kita. Fokuslah  pada membangun keterampilan mereka karena ini akan meningkatkan motivasi dan kinerja mereka. Ingat, kesuksesan mereka adalah milik kita juga.

Kepemimpinan kita tidak dapat bekerja tanpa adanya saling menghormati satu sama lain. Sebagai seorang pemimpin kita harus mau memberikan untuk mendapatkannya kembali. Saya yakin kita semua pernah mendengar itu sebelumnya. Apa yang memisahkan seorang pemimpin yang baik dari seorang pemimpin besar, yaitu apabila pemimpin itu menghormati  keberadaan dari anak buah/ anggota timnya.  Ingatlah akan hal ini, sebuah kepemimpinan tidak semuanya  tentang kita, jika kita tidak memiliki siapapun untuk mengikuti kita, maka kita tidak dapat memimpin.

Beberapa sifat yang diperlukan seorang pemimpin dan  7 check list  diatas dapat menjadi acuan yang baik untuk men-check apakah kita telah menjadi seorang pemimpin yang mau untuk berkembang dan menjadi pemimpin yang profesional atau kita lebih memilih untuk menjadi pemimpin yang kolot atau tidak mau berkembang sesuai dengan perkembangan jaman yang ada.

Sumber : Vibizmanagemen.com

LEADERSHIP : Tips Sukses Berkomunikasi Sebagai Pemimpin


Rahasia kesuksesan seorang pemimpin tidak terlepas dari  kemampuan berkomunikasi. Sadar atau tidak sadar setiap individu yang hidup didunia ini  setiap harinya pasti harus dan selalu berhubungan dengan orang lain. Dan yang saya tahu bahwa mayoritas seorang pemimpin ataupun orang yang sukses baik sukses dalam masalah financial, keluarga maupun di sekolah adalah orang yang pandai berkomunikasi dan pandai berbicara.

Permasalahannya adalah apakah semua orang yang mungkin sekarang kurang pandai berkomunikasi / berbicara bisa jadi pandai berkomunikasi dan berbicara dengan baik dan jelas bahkan di depan umum sekalipun ?

Berdasarkan kenyataan / fakta yang ada bahwa  pandai berkomunjikasi atau Berbicara BUKANLAH BAKAT atau Anugerah yang hanya di berikan kepada beberapa orang saja, siapapun itu bisa menjadi pandai berkomunikasi / berbicara jika mereka tahu caranya..

Kenapa seorang presiden Bung Karno begitu banyak di sukai banyak orang ?

Bagaimanakah seorang pasangan bisa awet hubungannya sekalipun harus berhubungan jarang jauh  dan tetap harmonis? Bagaimanakah ketika kita berbicara dengan orang lain itu bisa asyik didalam perbincangan nya satu dengan yang lain ?

Atau sebaliknya kadang kita menemukan juga bahwa suatu organisasi atau perusahaan yang besar kadang kala ada masalah kecil yang ketika dibahas menjadi meluap begitu besar ?

Suatu pasangan suami istri yang baru menikah akhirnya ingin bercerai, mungkin banyak faktor yang menyebabkan suatu hubungan berakhir, dari sekian banyak faktor salah satu pemicunya pasti ada ?

Coba jawab pertanyaan di bawah ini :
1.    Ketika Anda butuh karyawan kira-kira siapa yang akan anda pilih ??  Orang yang pandai berbicara dan semangat atau tidak ? Mengapa ?

2.    Ketika Anda butuh rekan dalam berbisnis kira-kira siapa yang akan anda pilih ??  Orang yang pandai berbicara dan semangat atau tidak ? Mengapa ?

3.    Ketika Anda butuh teman curhat kira-kira siapa yang akan anda pilih ?? Orang  yang pandai  dan semangat atau tidak ? Mengapa ? Saya kira anda akan pilih orang yang pandai berbicara dan semangat, So, Jadilah orang yang pandai berbicara & semangat mulai hari ini!

 APAKAH SEMUA ORANG BISA PANDAI BERKOMUNIKASI / BERBICARA ?

Cobalah anda menjawabnya ?
Apakah anda pernah mendengar sebuah nama "Au Tung Desem Waringin" ? jika belum saya akan memberitahukan anda bahwa beliau adalah seorang anak muda yang tidak pandai berbicara beberapa puluh tahun lalu, beliau sangat takut sekali berbicara di depan umum, konon katanya beliau akan keringat dingin jika berbicara dengan banyak orang TAPI saat ini tidak lagi!.. Beliau adalah seorang pembicara terbaik No. 1 di Indonesia, pernah mendapatkan rekor MURI, salah satu pembicara terbaik dan tersibuk di Indonesia  (saking sibuk biasanya beliau naik helikopter dari suatu tempat ke tempat lainnya karena jadwal seminar yang padat)‚ Loh kok bisa ??  Ya, dia bisa merevolusi hidupnya dari seorang yang gugup berbicara menjadi orang yang HANDAL berbicara.. semua ada cara dan ilmunya jika anda punya kemauan untuk berubah!!! Bagaimana menurut anda ? Jawabannya apa ? Apakah semua orang bisa pandai berbicara walau mulanya tidak pandai berbicara ? Anda tahu jawabannya..

APAKAH DENGAN PANDAI BERKOMUNIKASI / BERBICARA BISA MERUBAH HIDUP KITA ??

Pertanyaan yang sangat mudah bagi saya dan bagi anda tentunya,

Siapapun tahu bahwa komunikasi adalah hal yang terpenting yang bisa mempengaruhi kesuksesan kita, saya kira jika Anda bisa berbicara dengan baik dan menyenangkan saya yakin Anda akan banyak di sukai oleh banyak teman-teman Anda, Anda akan menjadi jauh lebih sukses lagi baik di bidang karir maupun di kehidupan Anda sehari-harinya.

Bersyukurlah Anda yang fisiknya normal, jangan pernah Anda marah dan merasa kecewa terhadap diri Anda sendiri karena saat ini Anda punya semua hal yang di butuhkan agar Anda sukses di kehidupan maupun di karir Anda.  Untuk menjadi sukses dan kaya tidak sepenuhnya di butuhkan uang atau modal yang banyak tetapi permasalahannya banyak orang yang menganggap di butuhkan modal yang besar untuk menjadi kaya (tidak sepenuhnya benar kata Robert Kiyosaki), kebanyakan orang lupa dan tidak sadar bahwa untuk menjadi sukses dan kaya salah satu pengaruh besarnya sudah diberikan oleh Sang Pencipta di dalam diri kita, Lihat tangan Anda, kaki Anda, badan Anda, mata Anda, telinga Anda, mulut Anda, otak Anda, dan lain-lain.   Saya kira itu adalah hal yang terpenting : Ronaldo tidak bisa sukses di olahraga bola tanpa kakinya, Michael Jordan tidak bisa sukses di olahraga basket tanpa tangannya, Barrack Obama tidak bisa sukses jadi president tanpa mulutnya, dll.

“Jangan menjadi orang rata-rata‚” Buckminster Fuller katakan. Maksudnya adalah memang benar mayoritas orang punya fisik yang normal dalam hal ini di khususkan  mulut (alat komunikasi), tetapi tidak semua orang bisa menggunakan  mulutnya dengan baik sehingga membuahkan  kesuksesan bagi mereka. Yang kita butuhkan sekarang agar tidak menjadi rata-rata orang adalah belajar hal-hal yang melatih otak kita untuk menjadi lebih baik lagi.. Pilihlah pelajaran  yang berguna‚ jika anda mau jadi kaya belajarlah masalah finansial khususnya ikutlah seminar (tidak sepenuhnya benar orang yang sukses di akademis/sekolah akan sukses di masalah finansial : Robert Kiyosaki).

“Ada berapa banyak teman anda dulu  yang pandai no.1 di sekolah menjadi orang kaya saat ini ??

“Ada berapa banyak teman anda dulu yang kurang pandai di sekolah tapi menjadi orang kaya saat ini ??

Di katakan oleh Tung Desem Waringin : Jika anda ingin kaya dan sukses belajarlah juga dari orang yang terbukti telah kaya dan sukses, jangan hanya belajar kepada mereka yang hanya tahu teori saja.
Saya ingat 1 kata-kata dari Barrack Obama yang sangat berpengaruh yang membuat dia menjadi presiden Amerika pertama kalinya yang berkulit hitam, (menurut survey), kata-kata apakah itu ??, Kurang lebihnya seperti ini ; “Saat ini kita tidak butuh pemimpin orang kaya (sambil menyindir saingannya) tetapi yang kita butuhkan saat ini adalah pemimpin yang berasal dari keluarga biasa!! Orang kaya tidak akan mengerti bagaimana mayoritas perasaan dan penderitaan orang-orang amerika yang miskin saat ini!!! Kita butuh pemimpin yang mengerti dan tahu penderitaan kita!, Pilih saya Barrack Obama.”

Dan beberapa tips komunikasi yang sukses sebagai seorang pemimpin adalah sebagai berikut :

1. Jujur  dan terbuka ;  jika kita ingin karyawan kita dapat mempercayai seorang pemimpin atau atasan maka , pemimpin harus berkata jujur dan terbuka. Karena kita tidak dapat menuntut kepercayaan karyawan kepada kita, kalau kita sendiri tidak dapat dipercaya didalam perkataan kita yag tidak jujur dan terbuka. 

2. Focus ; seorang pemimpin haruslah fokus kepada apa yang di bicarakan.

3. Memiliki Cara Pandang yang terbuka

4. Menjadi pendengar yang baik
5. Percaya diri
6. Menghargai pendapat orang lain
7. Biasakan untuk mengucapkan kata maaf, tolong dan terima kasih,ketika kita butuh bantuan seseorang biasakan untuk mengucap kata tolong, maaf , jika kita berbuat salah, dan terima kasih jika kita dapat menyelesaikan tugas mereka.

8. Memiliki wawasan yang luas

9. Memiliki visi yang jelas
10.Memberikan apresiasi kepada karyawan yang berprestasi.

Inilah tips yang bisa kita ikuti supaya bisa lebih baik berkomunikasi dan pandai berbicara. apakah ini hanya untuk orang tertentu? Tidak!

Intinya, siapapun orangnya sekalipun tidak pandai bicara asalkan mereka mau berubah dan belajar, mereka pasti bisa berhasil. Apalagi mereka yang sudah menjadi seorang pemimpin harus bisa dan mau untuk mengevaluasi diri untuk terus menjadi yang terbaik, khususnya didalam komunikasi , maka yang harus di perhatikan adalah kosakata, cara penyampaiannya, nada/intonasi, dan hal-hal yang lainnya.

Untuk itu diperlukan terus berlatih dan mengevaluasi, kemudian memperbaikinya lagi. Jika diperlukan tanyakan pendapat rekan Anda supaya mendapat penilaian yang objective. Kemampuan berkomunikasi yang baik, mutlak Anda perlukan untuk mencapai keberhasilan Anda.

Sumber : Vibizmanagement.com
 

Mengapa, Apa Yang Kita Pikirkan Itu Begitu Penting?

 

Kualitas kehidupan kita ditentukan oleh kualitas pikiran-pikiran kita. Tentu saja selain seperti faktor-faktor keturunan, kebudayaan kita, lingkungan juga berperan dalam menentukan mutu kehidupan kita, namun demikian harapan untuk mengubah kebiasaan-kebiasaan buruk, sikap-sikap negative, atau pola-pola perilaku yang merusak yang telah ada bertahun-tahun harus dimulai dengan mengubah cara kita berpikir.

Mengapa, apa yang kita pikirkan itu begitu penting?!  Karena :

1.Kualitas pikiran-pikiran kita inilah yang menentukan kualitas kehidupan kita
2.Kita akan menjadi apa yang kita pikirkan

3.Pikiran-pikiran kita yang menentukan karakter dan sikap kita

Yang membuat hidup seseorang berbeda dengan yang lain adalah kemampuan berpikir yang dimiliki masing-masing individu. Jadi jika Anda menghendaki perubahan diri maka berubahlah dahulu dalam pembaharuan pikiran Anda.

Pada kisah film Facing The Giant, di film yang menceritakan sebuah tim american football yang telah mengalami kekalahan terus menerus, dan akhirnya menjadi tim yang terus mengalami kemenangan demi kemenangan. Seorang pelatih yang bernama Grant Taylor, selama 6 tahun melatih tim football-nya, tim asuhannya selalu gagal, belum sekalipun berhasil menjuarai pertandingan apapun. Ia yang terancam dipecat, para orangtua murid yang menginginkan agar sang pelatih lengser dari kedudukannya agar anak-anak mereka mempunyai masa depan yang lebih cerah.ditinggalkan pemain andalan-nya satu persatu, sebagai pelatih Grant Taylor dianggap selalu gagal membawa asuahannya untuk menjadi pemenang dalam setiap event olahraga dan tidak hanya itu iapun mengalami permasalahan rumah tangga, ia diklaim tidak dapat memberikan keturunan bagi istri tercintanya.

Segala masalah yang datang secara bersamaan membuat hatinya terhimpit dan beratnya beban yang harus ditanggungnya.  Sang Pelatih menjadi sangat stress, kecewa, frustrasi.  Hubungan dan komunikasinya dengan sang istri juga memburuk. Dia kemudian menghukum dan mempersalahkan dirinya sendiri atas semua kegagalan beruntun yang dihadapinya dalam hidupnya. Memang sungguh sangat berat situasi yang dialami oleh pelatih football ini. Meski sebenarnya dia telah berjuang dan berusaha sebaik-baiknya dengan segala kemampuannya untuk melatih timnya, namun hasilnya masih selalu jauh dari yang diharapkan bahkan lebih sering sangat mengecewakan hatinya. Dalam rasa frustrasi yang dalam dia mengurung diri di rumah dan menghabiskan waktu dari hari-harinya dengan membaca dan membaca. Sering dia bahkan tidak bisa tidur atau terbangun tengah malam dan mulai membaca. Sampai akhirnya tertidur kelelahan, dan buku yang ia baca itu memberikan pengertian padanya untuk berubah dalam pembaharuan pikirannya. Paradigma dan pandangan hidupnya berubah drastis, hal inilah yang menjadi titik balik yang akhirnya membawa wajah baru bagi tim american football yang telah bertahun – tahun dibinanya.

Grant Taylor membawa timnya ke tingkat berpikir: berani menghadapi raksasa artinya kita harus berani menghadapi “raksasa” dalam hidup kita. Raksasa itu bisa berupa masalah, rintangan, hambatan, ujian atau apa saja yang “menakutkan”.

Are you facing giants of Fear and failure?

Hold nothing back !

Do not lose heart !

Do not stop fighting !

Do not quit !

Can you give your best !

NEVER LET ANYONE TELL YOU, THAT YOU CAN'T DO IT..!

NEVER GIVE UP! NEVER BACK DOWN! NEVER LOSE FAITH!

Now go face your giants!

Don’t Quit…
Keep Going… Keep Going…

Don’t Quit… Do Your Best…

Give Everything You Got...
Pelatih Grant Taylor tidak menambahkan dosis bakat atau kemampuan ekstra kepada timnya, mereka sudah memiliki sifat tersebut. Yang membuat orang-orang ini berbeda adalah cara berpikir yang baru! Tim itu mengalami hasil-hasil yang sangat mengagumkan.

Proses berpikir kita ini penting karena cara kita berpikir akan menentukan siapa diri kita nantinya.  Kehidupan yang berkemenangan menuntut pola pikir pemenang.

Sumber : Vibizmanagement.com

LEADERSHIP : Keberhasilan Seorang Pemimpin Dalam Suatu Organisasi

 
 
Keberhasilan Seorang Pemimpin Dalam Suatu Organisasi 
 
 
 Didalam setiap organisasi pastilah  seorang pemimpin  ingin organisasi yang dipimpinnya berhasil, dan berkembang. Kunci keberhasilan seorang pemimpin bukanlah ketrampilan manajemen dasar, tetapi leadership skill itu sendiri.  Karena begitu banyak konsep yang keliru tentang orang – orang yang berhasil dimana bahwa mereka dapat mencapai apa yang mereka capai karena mereka tidak mempunyai masalah. Tetapi itu tidak benar sama sekali. 
Dalam bukunya Holy sweat, Tim Hansel menceritakan kisah ini : 

“ Pada tahun 192, Victor dan Mildred Goertzel menerbitkan suatu penelitian yang menyingkapkan rahasia dari 413 orang yang terkenal yang istimewa. Penelitian itu disebut “ Cradles of Eminence” Kedua peneliti ini menghabiskan waktu bertahun-tahun dengan berusaha memahami sumber dari kebebasan  orang-orang  ini, suatu cirri umum yang ada sepanjang kehidupan orang-orang yang luar biasa ini. Bahwa fakta yang paling luar biasa adalah hampir semua dari mereka, 392 orang harus mengatasi rintangan –rintangan yang sukar unutk menjadi siapa mereka hari ini. Masalah mereka menjadi kesemptan bukannya rintangan.

Beberapa hal yang harus diperhatikan didalam Memimpin sebuah organisasi :

Dibangun Dalam Kepercayaan/keyakinan

Tugas dasar seorang pemimpin adalah untuk memahami dan menangani situasi para karyawannya. Jadi, dengan memotivasi dan mendorong mereka untuk bekerja lebih keras, pemimpin berhasil menciptakan kepercayaan pada mereka untuk mencapai pekerjaan organisasi secara efektif dan efisien. Sering kali, kita melihat pemimpin hanya menyediakan dukungan psikologis kepada para karyawannya melalui perilaku mereka dan ekspresi dan gagal untuk mengenali kualitas dan kemampuan masing-masing bawahannya. Namun, pemimpin yang efektif diperlukan untuk mengidentifikasi kemampuan karyawan serta mendukung mereka dengan semua cara yang memungkinkan.

Produktivitas

Inti dari suatu organisasi adalah dengan memanfaatkan sumber daya manusia dan non-manusia yang tersedia untuk menghasilkan kinerja yang efisien dan efektif. Ini hanya dapat dicapai dengan mengalikan kemampuan dengan kemauan. Dalam hal ini peran seorang pemimpin adalah meningkatkan produktivitas karyawan dengan menaikkan kemauan untuk bekerja keras dan berkontribusi secara efisiensi.

Kepuasan Kerja

Menyediakan insentif dan kondisi kerja yang lebih baik meningkatkan kepuasan kerja karyawan. Namun, ini kepuasan kerja sangat tergantung pada perilaku pemimpin terhadap karyawan mereka. Seorang pemimpin yang bossy mungkin bisa mendapatkan hasil pekerjaan seperti yang diinginkan atas diri para karyawannya awal, tapi dengan berjalannya waktu, akan gagal untuk mendapatkan hasil yang diharapkan serta akan menghasilkan produktivitas rendah. Di sisi lain, seorang pemimpin dengan kepedulian serta pemahaman terhadap keadaan bawahannya mungkin akan menghadapi beberapa hambatan pada awalnya, tetapi dalam jangka panjang, dia akan jauh lebih sukses. Jadi, pemimpin harus memastikan bahwa mereka mengungkapkan perilaku yang dapat diterima oleh bawahan.

Kerja kelompok

Seorang pemimpin memastikan bahwa karyawan melaksanakan pekerjaan masing-masing dengan baik dan saling percaya untuk kemajuan organisasi. Dia mendorong mereka untuk bekerja dengan cara yang ramah dan dengan kerjasama satu sama lain, menekankan pada pencapaian tujuan perusahaan/organisasi. Seorang pemimpin yang efektif adalah seorang yang berhasil menempatkan kepentingan kelompok pada urutan pertama pertama kemudian baru prestasi pribadi. Setelah semua ini dilakukan secara efektif, tidak hanya keuntungan organisasi, tetapi karyawan mendapatkan keuntungan juga. 

Kegiatan yang Terorganisir

Sering kali, lingkungan organisasi diisi dengan kekacauan dan bentrokan terutama karena tidak adanya seorang manajer atau pemimpin. Jadi, seorang pemimpin memastikan bahwa kegiatan organisasi didelegasikan secara merata dan adil antara karyawan, sehingga mengurangi kemungkinan konflik di antara mereka. 

Semangat Karyawan

Kepemimpinan yang efektif sangat penting untuk mendapatkan semangat kerja karyawan yang tinggi. Seorang pemimpin yang baik memberikan hak untuk masing-masing kelompok di bawahnya dalam hal pemikiran dan sikap, sehingga mengembangkan hubungan manusia yang lebih baik. Selanjutnya, interaksi yang sangat baik yang difasilitasi antara anggota-anggota kelompok dengan menjaga disiplin dan kontrol pada bawahan.

Koordinasi

Seorang pemimpin melakukan peran mengintegrasikan tujuan individu dengan tujuan organisasi. Hal ini, pada gilirannya, mengikat kesamaan dari kedua kepentingan. Dengan menjaga informasi tentang kerja setiap karyawan, pemimpin menyimpan informasi yang diperlukan dari seluruh kelompok, untuk mengambil sebuah keputusan umum dalam rangka mengkoordinasi upaya secara keseluruhan.

Oleh sebab itu, seorang pemimpin yang sukses haruslah seorang yang kuat jasmani dan rohani. Karena hari-hari yang dilalui tidaklah mudah, akan banyak rintangan , masalah dan kritikan orang lain tapi satu hal yang harus kita sadari janganlah izinkan kritik orang lain mematahkan semangat anda untuk maju sebagai orang pemimpin.Jadi seorang pemimpin yang berhasil bukan hanya mereka yang dapat mengatasi rintangan, tetapi mereka yang terus menghadapi maslaah. Kabar buruknya adalah bahwa semakin tinggi seseorang naik secara pribadi dan professional semakin rumit masalah yang dihadapinya. Kabar baiknya adalah bahwa jika kita terus bertumbuh dan mengembangkan diri sendiri, maka kemampuan  kita untuk menghadapi setiap masalah –masalah yang ada pun meningkat.

Sukses itu adalah pilihan dan ada ditangan Anda, jadi apapun yang terjadi didalam kehidupan kita sebagai pemimpin janganlah mudah menyerah, tapi maju terus dan terus kembangkan potensi yang ada dalam diri Anda.

Anda pasti BISA.

Sumber : Vibizmanagement.com

LEADERSHIP : Kepemimpinan Dalam Sebuah Organisasi

 
 Kepemimpinan Dalam Sebuah Organisasi
  
Seorang pemimpin tidak dapat dipisahkan dengan yang dinamakan organisasi. Organisasi itu sendiri dapat dikategorikan sebuah perkumpulan yang terdiri dari beberapa orang yang mau untuk dipimpin untuk melakukan suatu pekerjaan tertentu. Sebuah organisasi dapat berjalan bila memiliki seorang pemimpin. Dengan adanya seorang pemimpin dalam sebuah organiasasi maka organisasi itu memiliki tujuan yang jelas dan sesuatu yang hendak dicapai.  Seorang Pemimpin merupakan Figur sentral  yang dipandang , di hargai dan dihormati.

Brown (1936) berpendapat bahwa pemimpin tidak dapat dipisahkan dari kelompok, akan tetapi boleh dipandang sebagai suatu posisi dengan potensi tinggi di lapangan. Pemimpin harus memiliki program atau tujuan-tujuan yang jelas dan terarah.  Bila seorang pemimpin tidak memiliki tujuan atau program yang jelas , maka organiasi yang di pimpinnya lambat laun pasti akan hancur dan tidak akan berkembang. Karena itu berhasilnya sebuah organisasi atau perusahaan memang benar tergantung penuh pada pemimpin  yang memimpin akan organisasi itu. Bila si pemimpin mempunyai kepentingan sendiri dan cita-cita sendiri maka jadilah organisasi yang dipimpinnya akan berjalan kearah sesuai yang di cita-citakan oleh pemimpin itu. Tetapi bila si pemimpin memiliki tujuan dan cita-cita yang di tujukan hanya untuk kepentingan bersama, maka organisasi itu akan maju ke arah kebersamaan yang mementingkan akan kepentingan bersama-sama bukan berdasarkan atas kepentingan pribadi.

Kepemimpinan dalam sebuah organisasi bukan hanya harus memiliki sebagai seorang pemimpin yang dapat memimpin akan orang lain saja atau memiliki suatu  ketegasan  yang diperlukan dalam memimpin sebuah organisasi, tetapi juga memerlukan suatu kemampuan manajerial dalam memimpin akan anak buahnya.  Dengan kemampuan manajerial yang dimilikinya maka seorang pemimpin dapat mengarahkan akan anak buah/anggota timnya sesuai fungsi dan tanggung jawab masing – masing personal sehingga teratur barisannya.  Selain itu juga hal mendasar yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin dalam sebuah organisasi selain memiliki kemampuan manajerialnya, dia juga adalah seorang yang cakap dalam berkomunikasi.  Dapat mengemukankan ide-ide yang ada di dalam pemikirannya dengan baik kepada anakbuah/anggota tim nya sehingga anak buah atau anggota timnya dapat mengerti akan apa yang dimaksud oleh pemimpinnya dan dengan demikian dapat menyatukan akan semua pemikiran kepada satu tujuan yang sama yaitu untuk memajukan akan kepentingan organisasi.

Contohnya saja bila suatu organisasi olahraga pastilah bergerak di bidang olahraga , tetapi bila kepemimpinan yang ada memiliki kepentingan pribadi seperti kepentingan politik atau apapun juga maka yang akan terlaksana adalah kepentingan pribadinya itu yaitu kepentingan politik, maka se yogyanya organisasi olahraga yang seharusnya memiliki kepentingan memajukan olahraga , maka akan berubah menjadi kepentingan politik yang pasti akan merugikan akan anggota atau anak buah yang terlibat di dalam organisasi olahraga tersebut.

Ada sebuah pengalaman yang dapat di share disini tentang kepemimpinan dalam organisasi. Seorang teman saya bergerak didalam sebuah organisasi pendidikan dimana tujuan awal dari organisasi itu adalah untuk memajukan pendidikan.  Tapi waktu bergerak dan terjadilah  pergantian kepemimpinan, dimana semula tujuan organisasi ini masih berjalan didalam jalur kependidikan, tetapi dengan bergantinya kepemimpinan maka bergantilah tujuan awal dari organisasiini. Hal ini diakibatkan adanya kekurangan pengetahuan dari pemimpin dalam memanajerialkan anak buah/anggota timnya ,dan juga adanya kepentingan pribadi yang dia inginkan pada organisasi dimana dia dipercayakan menjadi seorang pemimpin. Organisasi seperti demikian tidak akan berlangsung dengan lama, karena persaingan di jaman global semakin meningkat dan bila tidak berubah dan tidak memiliki pemikiran yang terbuka maka akan tergilas dengan organisasi yang lain yang memiliki tujuan pendidikan yang sesungguhnya.

Kesimpulan yang dapat kita katakan adalah  bahwa keberhasilan dalam sebuah organisasi tidak hanya di tentukan oleh  seberapa bagusnya pendidikan atau pengalaman seorang pemimpin dalam memimpin akan organisasiitu, tetapi dari seberapa cakapnya kemampuan memanajerial  dan juga sikap yang mau terbuka untuk perkembangan jaman yang ada dan dapat mengkomunikasikan semua nya itu dengan baik kepada anggota tim/ anak buahnya. Bila itu semua terlaksana denganbaik maka pastilah dia akan menjadi pemimpin yang di senangi dan kepemimpinan dalam organisasinya dapat dikatakan berhasil.

Sumber :  Vibizmanagement.com


LEADERSHIP : The Power of Leadership

The Power of Leadership
 

Keberhasilan selalu datang dengan suatu harga. Menjadi seorang pemimpin menuntut suatu harga yang dibayar. Bicara suatu harga yang dibayar adalah bicara soal pengorbanan. Tidak ada keberhasilan tanpa pengorbanan. Dan apa yang menjadi kekuatan seorang pemimpin adalah :


Kedisiplinan : Seorang pemimpin pastilah memiliki bakat , tetapi bakat tanpa kedisiplinan tidaklah akan terjadi apa-apa, karena kita tidak tahu apa yang harus diprioritaskan didalam hidup kita. Oleh sebab itu kita harus menuliskan apa yang menjadi bakat kita bersama dengan disiplin yang harus dikembangkan untuk bertumbuh. Jadikan disiplin suatu bagian sehari-hari didalam kehidupan kita. Sebab jika seseorang dapat menguasai dirinya dengan suatu kedisipilan, maka dia akan melihat bagaimana keberhasilan itu akan datang , apa yang menjadi tujuan hidup kita tercapai.


Komunikasi : perbedaan gender, budaya, pendidikan dan latar belakang seseorang menyebabkan perbedaan gaya komunikasi. Dan gaya komunikasi yang berbeda dan menimbulkan presepsi dan asumsi pribadi yang akhirnya menimbulkan perbedaan pendapat dan kesalahpahaman. Seorang pemimpin haruslah mempunyai suatu komunikasi yang baik ,didalam menjalani hubungan antara atasan dengan bawahan, antara kolerasi, bisnis, keluarga dan teman. Karena seorang pemimpin pastilah selalu memperhatikan kepentingan orang lain. 


Kepercayaan : membangun suatu kepercayaan tidaklah muda, karena kepercayaan merupakan perekat dan menarik orang lain, sekali kita melakukan kesalahan maka orang lain tidak akan mempercayai kita lagi. Hal- hal yang dapat membuat kepercayaan seseorang menjadi hilang : tidak menepati janji, membicarakan orang lain (gosip, dll ) , selalu mengingat hal-hal yang lalu.Mulai hari ini bangunlah kepercayaan untuk membangun huhungan pribadi dan profesional.

 

Sikap positif : berpikiran positif atau bersikap positif harus ada didalam seorang pemimpin, akan ada hal-hal yang terjadi baik itu tekanan, perkataan orang lain atau apa pun itu haruslah kita menanggapinya dengan positif.    


Kesetiaan : seorang pemimpin yang luar biasa, bukan karena kekuatannya, melainkan karena kemampuannya meguatkan orang lain. Waktu yang ditanamkan seorang pemimpin untuk mendatangkan perubahan bagi orang lain,yang akhirnya kita dapat melihat bahwa orang-orang yang kita pimpin bertumbuh dan berhasil, semua ini dibutuhkan kesetiaan seorang pemimpin. Kesetiaan didalam menjalankan visinya, kesetiaan didalam hal-hal yang dilakukan untuk orang lain


Kekuatan : seorang pemimpin bukanlah dilihat dari seberapa kuat seseorang, tapi seberapa banyak seorang pemimpin memberikan pengaruh bagi orang lain, mengembangkan diri, konsisten, komunikasi dan visi yang jelas.

Sumber : (Vibizmanagement.com)

Minggu, 29 April 2012

Pembuatan Kalium Ferrisianida (Kimia Anorganik 2)




 
                                                                            
                                                               BAB 1
PENDAHULUAN

1.1    Latar Belakang
Dalam pembentukan ion kompleks logam terikat pada partikel - partikel lain yang disebut dengan suatu ligan. Setiap ligan, yang bisa berupa sebuah molekul atau anion, menyumbang sepasang elektron untuk membentuk suatu ikatan. Senyawaan dimana gugus – gugus atau molekul – molekul negatif terikat pada ion atau atom disebut senyawaan koordinasi.
Sebagian besar kimia logam transisi adalah berkenaan dengan sebagian dengan senyawaan koordinasinya. Senyawaan ini penting dalam kimia laboratorium, industri, dan lingkungan. Runutan logam – logam yang esensial bagi kesehatan organisme hidup sering terdapat sebagai senyawaan kooridanasi.
Beberapa penggunaan praktis senyawaan koordinasi yang paling tua, adalah yang disebabkan oleh warnanya. Berdasarkan kesenian dan praktek yang berasal dari zaman kuno. Kompleks besi (II) dan besi (II) sianida, masih dikenal sebagai nama biru Turnbull, biru Prusia, dan hijau Berlin Cetak biru (blue print) didasarkan atas kompleks – kompleks besi sianida. Baru – baru ini, zat pewarna baru, terutama yang digunakan pada beberapa bahan pakaian sintesis yang sukar untuk diwarnai, telah dibuat dari senyawaan kompleks.
Oleh karena itu, percobaan ini dilakukan untuk mengetahui proses pembuatan dan karakteristik kalium ferrisianida dan untuk mengetahui tingkat atau persen kemurnian dari garam yang dibuat sebelumnya. Pembentukan K4[Fe(CN)6] dilakukan dengan reaksi oksidasi reduksi, serta penetralan sedangkan untuk percobaan pengujian kemurnian dilakukan proses titrasi.

1.2    Tujuan Percobaan
–        Mengetahui karakteristik kristal
–        Mengetahui tujuan dari uji kemurnian
–        Mengetahui persen kemurnian dari kristal

1.3    Prinsip Percobaan
1.3.1        Pembuatan Kalium Ferrisianida
Percobaan pembuatan kalium ferrisianida didasarkan pada proses reaksi oksidasi dengan oksidator KMnO4 dimana ion Fe2+ menjadi Fe3+ yang akan diikuti dengan reaksi netralisasi menggunakan Na2CO3 sehingga dihasilkan kristal K3Fe(CN)6.

1.3.2        Uji Kemurnian
Percobaan ini didasarkan pada pengujian kemurnian kristal yang didapat dengan proses titrasi menggunakan Na2S2O3 sebagai larutan standar dan larutan KI sebagai indikator.



BAB 2


                                                            TINJAUAN PUSTAKA

Dalam pelaksanaan analisis anorganik kuantitatif, banyak digunakan reaksi – reaksi yang menghasilkan pembentukan kompleks. Suatu ion (atau molekul) kompleks terdiri dari satu atom (ion) pusat dan sejumlah ligan yang terikat erat dengan atom (ion) pusat itu. Jumlah relatif komponen – komponen ini dalam kompleks stabil nampak mengikuti stoikiometri yang sangat tertentu, meskipun ini tak dapat ditafsirkan dalam lingkup konsep valensi yang klasik. Atom pusat ini ditandai oleh bilangan koordinasi, suatu bilangan bulat yang menyatakan julah ligan (monodentat) yang dapat membentuk kompleks yang stabil dengan satu ion pusat. Pada kenyataan kasus, bilangan koordinasi adalah 6 (Fe2+, Fe3+, Zn2+, Cr3+, Co3+, Ni2+, Cd2+), kadang – kadang 4 (Cu2+, Cu+, dan Pt2+), tetapi bilangan –bilangan 2 (Ag+) dan 8 (beberapa ion dari golongan platinum) juga terdapat.
Ion – ion dan molekul – molekul anorganik sederhana seperti NH3, CN-, Cl- dan H2O membentuk ligan monodentat, yaitu suatu ion atau molekul menempati atau molekul dalam bulatan koordinasi, tetapi ligan bidentat (seperti ion dipiridil), tridentat, dan juga tetradentat. Nama ini berasal dari kata Yunani yaitu pembentukan chelate (sepit). Rumus nama beberapa ion kompleks adalah sebagai berikut :
–        Fe(CN)6-4               (heksasianoferat (II))
–        Fe(CN)6-3               (heksasianoferat (III))
–        Cu(NH3)4+2            (tetraaminakuprat (II))
–        Cu(NH3)4+             (tetraaminakuprat (I))
–        Co(H2O)6+3            (heksakuokobaltat (III))
–        Ag(CN)2-               (disianoargentat (I))
–        Ag(S2O3)2-2            (ditiosulfatoargentat (I))
Atom – atom pusat seperti Fe, Cu, Co, dan Ag diikuti oleh rumus ligan (CN, NH3, H2O, S2O3) dengan bilangan indeks stiokiometri.
Pembentukan kompleks mempunyai dua bidang pemanasan yang penting dalam analisis kualitatif anorganik.
a. Uji spesifik terhadap ion
Beberapa reaksi yaitu menghasilkan pembentukan kompleks, dapat dipakai sebagai uji terhadap ion – ion. Begitulah reaksi yang sangat peka dan spesifik untuk terhadap beberapa uji. Pemakaian penting adalah uji terhadap ion besi (III) dengan tiosianat. Dalam suasana sedikit asam, terjadilah pewarnaan merah tua, disebabkan pembentukan sejumlah senyawa kompleks bertahap :
Fe3+  +  SCN-  D   Fe(SCN)+2
Fe(SCN)+2  +  SCN-  D   [Fe(SCN)2]+
[Fe(SCN)2]+  +  SCN-  D   [Fe(SCN)3]
[Fe(SCN)3]  +  SCN-  D   [Fe(SCN)4]-
[Fe(SCN)4]-  +  SCN-  D   [Fe(SCN)5]-2
[Fe(SCN)5]2-  +  SCN-  D   [Fe(SCN)6]-3
diantara ini, [Fe(SCN)3] merupakan non-elektrolit ia dapat dengan mudah diekstraksi dengan eter atau amil alkohol.
Sianat dari alkali dan alkali tanah larut dalam air, sianat dari perak merkurium (I), timbel dan tembaga, tidak larut. Asam bebasnya adalah cairan tidak berwarna yang berbau tak sedap, dan ion ini sangat tidak stabil. Tiosianat (SCN) dari perak dan tembaga praktis tidak larut dalam air, merkurium (II) dan timbel tiosianat dapat larut tetapi sedikit. Tiosianat dari kebanyakan logam lainnya dapat larut (Khopkar, 1996).
Ø  Kompleks – kompleks sianida dan tiosianat
Ion – ion sianida membentuk kompleks stabil dengan sejumlah logam kompleks – kompleks demikian adalah :
[Ag(CN)2]-
[Cu(CN)4]-3
[Fe(CN)6]-4
[Fe(CN)6]-3
Tiosianat dapat dipakai dalam beberapa kasus untuk mendeteksi ion. Reaksinya dengan ion besi (II) sangat khas dan dapat dipakai untuk mendeteksi kedua ion tesebut. Warna merah tua terlihat disebabkan oleh pembentukan sejumlah ion – ion tiosianoferat (III) dan juga molekul yang tak bermuatan [Fe(SCN)3]. Kompleks tetrasianatokobaltat (II) [Co(SCN)4]-2 yang biru kadang – kadang dapat dipakai untuk mendeteksi kobalt.
Reaksi untuk logam – logam kompleks tidak lepas dari reaksi oksidasi reduksi. Oksidasi adalah suatu proses yang mengakibatkan hilangnya satu elektron atau lebih dari dalam zat, atom, ion, atau molekul. Bila suatu unsur dioksidasi, keadaan oksidasinya berubah ke harga yang lebih positif. Suatu zat pengoksidasi adalah zat yang memperoleh elektron, dan dalam proses itu zat direduksi. Reduksi, sebalinya adalah suatu proses yang melibatkan diperolehnya satu elektron atau lebih suatu zat, atom, atau ion. Reaksi oksidasi – reduksi dapat terjadi pada suasana asam, basa, ataupun netral.
Suatu zat oksidator yang umum dipakai adalah KMnO4.
Ø  KMnO4 dalam suasan asam dierduksi menurut proses lima elektron, bila bilangan oksidasi mangan berubah dari +7 ke +2
MnO4-  +  8H+  +  5e-  ®  Mn2+  +  4H2O
Ø  KMnO4 dalam suasana basa, dapat direduksi menjadi manganat dalam proses satu elektron
MnO4-  +  e-  ®  MnO4-2
Ø  KMnO4 dalam suasana netral, permanganat direduksi jadi mangan dioksida, bila dalam suatu proses tiga elektron, keadaan mangan berubah dari +7 ke +4
MnO4-  +  4H+  +  3e-  ®  MnO2  + 2H2O
(Svehla, 1990)
Dalam penentukan bentuk molekul, dilihat dari ikatan ligan – ligan yang terbentuk pada atom pusat. Dalam hal Fe2+, pembagian elektron dicapai dengan hilangnya dua elektron dari 4s sebuah atom Fe. Pembagian empat elektron pada orbital – orbital yang terpisah diperlukan oleh data magnetik, dan konsisten dengan aturan Hund. Dalam hal Fe(CN)6-4 besi adalah Fe(II) maka mula – mula mengacu pada struktur Fe2+, yang mempunyai 6 elektron pada tingkat luarnya. Elektron yang harus dibagi – bagikan dalam Fe(CN)6-4 adalah enam elektron milik Fe2+ dan keenam pasangan elektron yang disumbangkan kepada ikatan koordinat oleh atom keenam ligan itu. Pertama – tama, berpasangannya keenam elektron yang tergabung dengan Fe2+, karena data magnetik menunjukkan bahwa tak ada elektron yang tak berpasangan dalam [Fe(CN)6]-4 dan kedua, pemilihan jumlah yang diperlukan dari orbital – orbital dengan energi terendah yang tersedia, untuk mengikat keenam ligan tersebut. Tanda kurung kurawal [] merangkum orbital – orbital yang akan dihibridisasi. Langkah terakhir dengan menunjukkan dengan melukiskan dan diperlihatkan dengan anak panah digunakan dalam mengikat ligan dilukiskan berdekatan satu sama lain untuk menunjukkan bahwa mereka telah berhibridisasi dan hibridisasi diringkasikan dalam kolom terakhir d2sp3 dimana bentuk molekulnya adalah oktahedrat.
Dengan medan ligan yang kuat dari ena ligan CN-, elektron dapat dipaksa untuk berpasangan dan menempati orbital dxy, dxz, dan dyz, dari pada kedua orbital dx2, dy2 dan dz2. Pemisahan orbital – orbital d adalah lebih ebsar dari suatu ligan dengan medan yang kuat. Ligan CN- misalnya menyebabkan peisahan yang relatif besar, sehingga energi yang perlu untuk mengeksitasi sebuah elektron dari orbital d dengan tingkatan lebih rendah ke tingkatan yang lebih tinggi, adalah relatif besar.
Beberapa penggunaan praktis senyawaan koordinasi yang paling tua adalah zat yang disebabkan oleh warnanya. Berdasarkan kesenian dan praktek yang berasal dari zaman dahulu, para ahli kimia merumuskan zat – zat kimia sebagai pewarna, kaca berwarna dan glasir untuk keramik (Keenan, 1986).
Dalam pembentukan senyawa kompleks, tidak terlepas dari proses hibridisasi. Untuk menentukan suatu struktur suatu senyawa, harus ditelusuri dari atom pusat, yaitu yang mempunyai beberapa ikatan dengan atom lain. Atom – atom itu disebut subtituen karena dapat diganti dengan atom lain.
Struktur suatu molekul terutama ditentukan oleh atom pusat dan dipengaruhi oleh subtituennya, karena penggantian subtituen dapat menimbulkan sedikit perubahan, oleh karena itu, struktur molekul dipengaruhi oleh bentuk orbital kulit atom terluar atom pusat.
Hibridisasi adalah proses penggabungan beberapa orbital seuatu atom dan kemudian ditata ulang sehingga melahirkan orbital baru yang ekuivalen dalam molekul. Orbital baru yang disebut orbital hibrid. Pembentukan orbital hibrid bergantung dari jumlah dan jenis orbital yang bergabung.
Pembentuk ikatan dalam senyawa harus sesuai dengan aturan hibridisasi yaitu sebagai berikut :
1.      Orbital yang bergabung harus punya tingkat energi yang sama atau hampir sama.
2.      Orbital hibrid yang terbentuk sama banyaknya dengan orbital hibrid yan gbergabung.
3.      Dalam hibridisasi, yang bergabung adalah orbital bukan elektron.
4.      Sebagian besar orbital hibrid bentuknya mirip tapi tidak selalu identik
Pembentukan orbital hibrid melalui hibridisasi :
1.      Elektron yang berpasangan salah satunya berpromosi ke orbital yang energinya tinggi
2.      Penggabungan orbital mengakibatkan kerapatan elektron besar.
3.      Tumpang tindih orbital, mengakibatkan terbentuk ikatan kovalen (Syukri, 1999)




BAB 3


 
                                                     METODOLOGI PERCOBAAN

3.1    Alat dan Bahan
3.1.1        Alat – alat
–        Erlenmeyer
–        Beaker gelas
–        Gelas ukur
–        Batang pengaduk
–        Hot plate
–        Buret
–        Statif
–        Klem
–        Pipet tetes
–        Corong kaca
–        Neraca analitik
–        Stopwatch
–        Oven

3.1.2        Bahan – bahan
–        K4[Fe(CN)6]
–        HCl
–        KMnO4
–        Na2CO3
–        Amilum
–        KI
–        HCl 2 N
–        ZnSO4
–        Na2S2O3 0,1 N
–        Aquades
–        Tissue
–        Kertas saring
–        Plastik hitam
–        Karet gelang

3.2    Prosedur Percobaan
3.2.1        Pembuatan Kalium Ferrisianida (K3[Fe(CN)6])
–        Ditimbang 0,1 gram K4[Fe(CN)6] dengan neraca analitik
–        Ditabahkan 10 ml aquades pada kristal dalam beaker gelas
–        Dilarutkan K4[Fe(CN)6] dalam aquades
–        Ditambahkan 10 tetes HCl
–        Ditimbang 0,1 gr KMnO4 dengan neraca analitis
–        Ditambahkan 10 ml aquades pada KMnO4 dalam erlenmeyer
–        Dicampurkan kedua campuran yang terbentuk
–        Didiamkan selama 15 menit
–        Disaring campuran dengan kertas saring dalam beaker
–        Ditambahkan lagi campuran sampai didapatkan filtrat
–        Diuapkan filtratnya
–        Didiamkan H2O pada kristal yang terbentuk
–        Didiamkan selama 2 jam
–        Disaring campuran sampai filtrat dan endapan terpisah
–        Diambil endapannya diatas kertas saring
–        Dikeringkan endapannya
–        Ditimbang berat kristal yang terbentuk

3.2.2        Uji Kemurnian
–        Ditimbang 0,53 gram K3[Fe(CN)6]
–        Dilarutkan dengan 25 ml aquades
–        Diambil 6,5 ml larutannya
–        Ditambahkan 5 ml larutan KI pada larutan
–        Dititrasi 1 ml HCl 2 N
–        Ditambahkan 4 ml ZnSO4 dalam larutan
–        Dititrasi dengan Na2S2O3 0,1 N
–        Ditambahkan 3 tetes amilum pada larutan
–        Dititrasi lagi dengan larutan Na2S2O3 0,1 N


BAB 4
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1    Hasil Pengamatan
No
Perlakuan
Pengamatan
1
Pembuatan Kalium Ferrisianida
–        Ditimbang 1 gr K4[Fe(CN)6]
–        Ditambah 10 ml H2O
–        Ditambahkan 10 tetes HCl
–        Ditimbang 0,1 gr KMnO4
–        Ditambahkan 15 ml aquades
–        Dicampurkan kedua larutan
–        Didiamkan 15 menit
–        Ditambahkan 0,1 gr Na2CO3

–        Disaring
–        Didiamkan hingga terbentuk kristal
–        Ditambahkan H2O pada kristal
–        Didiamkan selama 2 jam
–        Disaring
–        Dikeringkan endapannya
–        Ditimbang berat kristal

Kristal kuning, mengkilap
Larutan kuning bening
Larutan tetap kuning bening
Larutan berwarna ungu pekat

Larutan hitam kecoklatan
Terbentuk endapan kecoklatan
Terbentuk endapan cokelat, dan larutan hitam kemerahan





Berat beaker 42,68 gr
Beaker + kristal = 44,20 gr
Berat kristal = 1,52 gr
2
Uji Kemurnian
–        Diambil 0,53 gr kristal
–        Ditambahkan 25 ml H2O
–        Ditambahkan 5 ml KI
–        Ditambahkan 1 ml HCl 2 M
–        Ditambahkan 4 ml ZnSO4
–        Dititrasi dengan Na2S2O3
–        Ditambah 3 tetes amilum
–        Dititrasi lagi dengan Na2S2O3
–        Diukur V Na2S2O3


Larutan kuning bening
Larutan kuning bening
Larutan kuning bening
Larutan kental ada endapan cokelat
Larutan sampai kuning pucat
Larutan kuning pucat
Larutan berwarna putih kehijauan
V Na2S2O3 = 7,8 ml


4.3    Reaksi
4.3.1        Reaksi KMnO4  +  K4Fe(CN)6
R :       MnO4-  →  Mn2+  
MnO4-  →  Mn2+  +  4H2O
MnO4-  +  8H+ →  Mn2+  +  4H2O
MnO4-  +  8H+  +  5e   →  Mn2+  +  4H2O

O :       [Fe(CN)6]4-    →  [Fe(CN)6]3-    
            [Fe(CN)6]4-    →  [Fe(CN)6]3-   +   e-     

R :       MnO4-  +  8H+  +  5e   →  Mn2+  +  4H2O      x 1
O :       [Fe(CN)6]4-    →  [Fe(CN)6]3-   +   e-               x 5

R :       MnO4-  +  8H+  +  5e   →  Mn2+  +  4H2O
O :       5[Fe(CN)6]4-    →  5[Fe(CN)6]3-   +   5e-
            MnO4-  +  5[Fe(CN)6]4-  +  8H+  →  Mn2+  +  5[Fe(CN)6]3-   +   4H2O

4.3.2        Reaksi Tiosulfat  +  KI
R :       I2    →  2l-                           
            I2  +  2e-  →  2l-
O :       2S2O32-       →  S4O62-
            2S2O32-       →  S4O62-  +   2e-

R :        I2  +  2e-  →  2l-
O :       2S2O32-       →  S4O62-  +   2e-
            I2  +  2S2O32-    →   2l-  +  S4O62-


4.2    Pembahasan
Percobaan kali ini didasarkan pada proses pebentukan kristal K3Fe(CN)6 berdasarkan reaksi oksidasi dengan oksidator KMnO4, dimana ion Fe2+ menjadi Fe3+ yang akan diikuti dengan reaksi netralisasi menggunakan larutan Na2CO3 sehingga dapat dihasilkan kristal K3Fe(CN)6. Prinsip uji kemurnian didasarkan pada pengujian kemurnian kristal yang didapat dengan proses tirasi menggunakan Na2S2O3 sebagai larutan standar dan KI sebagai indikator.
Dalam percobaan pembuatan kalium ferrosianida ini dilakukan melalui beberapa perlakuan dan reagen yang digunakan. Penibangan berfungsi untuk mengetahui berat padatan kristal K3[Fe(CN)6], dan KMnO4 yang digunakan, pelarutan berfungsi melarutkan padatan – padatan kristal dalam H2O agar berwujud cair dan lebih mudah direaksikan. Pencampuran dilakukan untuk mencampurkan dua zat agar dapat bereaksi. Dalam percobaan ini juga dilakukan pendiaman yang berfungsi agar terbentuk endapan pada campuran serta penguapan untuk menguapkan H2O pada campuran sehingga campurannya lebih pekat. Penyaringan berfungsi untuk memisahkan filtrat dan endapannya yang berupa K3[Fe(CN)6]. Pada uji kemurnian, dilakukan proses titrasi yang bertujuan untuk mengetahui tingkat kemurnian dari kristal, yang dibantu dengan penambahan indikator amilum, sehingga kemurnian dapat ditentukan dari volume Na2S2O3 yang digunakan.
Adapun fungsi reagen – reagennya adalah :
–        HCl berfungsi untuk memberikan suasana asam sehingga reaksi oksidasi berlangsung dalam suasana asam.
–        Na2CO3 berfungsi untuk menetralkan larutan, karena Na2CO3 jika bereaksi dengan asam akan membentuk CO2 dan H2O sehingga larutannya netral.
–        Larutan KI berfungsi sebagai larutan standar primer yang akan menstandarkan larutan standar Na2S2O3 saat titrasi.
–        Larutan ZnSO4 berfungsi untuk membentuk endapan pada campuran
–        Amilum berfungsi sebagai indikator saat titrasi yang menunjukkan bahwa reaksi telah habis bereaksi dengan adanya perubahan warna pada larutan
–        Na2S2O3 merupakan larutan standar yang digunakan saat titrasi
Fungsi reagen yang lain dalam percobaan ini antara lain :
–        K4Fe(CN)6            : larutan baku untuk membentuk garam K3Fe(CN)6
–        H2O                       : pelarut yang digunakan dalam percobaan
–        KMnO4                 : sebagai oksidator untuk mengoksidasi K4Fe(CN)6
Faktor – faktor yang mempengaruhi kristal ada beberapa macam, antara lain :
–        Suhu, kelarutan akan meningkat dengan menginkatnya suhu, sehingga pembentukan endapan yang kemudian menjadi kristal berkurang disebabkan banyak endapan yang berada pada larutannya.
–        Pengaruh ion sejenis, kelarutan endapan akan berkurang jika dilarutkan dalam larutan yang mengandung ion sejenis dibandingkan dalam air saja.
–        Pengaruh pH, suhu kristal akan terbentuk jika mengalami kenaikan pH karena adanya penggabungan proton dengan anion pada kristal.
–        Pengaruh ion kompleks, kelarutan garam yang tidak mudah larut akan meningkat dengan adanya pembentukan kompleks antara logam dengan kation garam.
Faktor yang mempengaruhi pembentukan kristal yang lain :
–        Konsentrasi
Semakin tinggi konsentrasi zat terlarut maka semakin banyak kemungkinan terbentuknya kristal dan semakin cepat prosesnya, jika semakin rendah konsentrasi zat terlarut maka proses pembentukan kristal lambat.
–        Pengaruh hidrolisis
Jika garam dari asam lemah dilarutkan dalam air akan dihasilkan perubahan konsentrasi H+ dimana menyebabkan kation tersebut mengalami hidrolisis dan akan meningkatkan kelarutan garam tersebut
–        Sifat alami pelarut
Garam anorganik mudah larut dalam air dibandingkan dengan pelarut organik. Perbedaan kelarutan suatu zat dalam pelarut organik dapat dipergunakan untuk memisahkan campuran antara 2 zat. Setiap pelarut mempunyai kapasitas yang berbeda dalam melarutkan suatu zat, begitu juga dengan zat yang berbeda memiliki kelarutan yang berbeda pada pelarut tertentu.
Pada pembentukan K3[Fe(CN)6], diawali dengan penimbangan 1 gr K4[Fe(CN)6] yang berupa kristal kuning dan mengkilap. Kristal K4[Fe(CN)6]  dilarutkan dalam 10 ml H2O, dan terbentuk larutan kuning bening. Ditambahkan HCl untuk mengasamkan larutan dan larutannya tetap berwarna kuning bening. Ditempat lain dilarutkan 0,1 gr KMnO4 dalam 15 ml H2O, terbentuk larutan warna ungu pekat. Dicampurkan kedua larutan dan terbentuk larutan berwarna hitam kecokelatan, setelah itu larutan ditambahkan 0,1 gr Na2CO3 untuk menetralisir dan terbentuk endapan warna cokelat tua dan larutan hitam kemerahan. Saat diuapkan larutan berwarna cokelat, berupa hasil penyaringan dan terbentuk endapan hitam. Setelah itu larutan didiamkan hingga terbentuk kristal atau endapan. Selanjutnya kristal ditambahkan H2O untuk mencuci kristal dan didiamkan selama 2 jam sampai kristal terbentuk, dikeringkan dan ditimbang didapatkan hasil berat kristal 1,52 gram.
Pada proses pemurnian kristal, 0,53 gram kristal dilarutkan dalam 25 ml H2O, terbentuk larutan berwarna kuning bening, penambahan KI dan HCl 2 N tetap menghasilkan larutan kuning bening. Saat penambahan ZnSO4, larutan berubah kental dan ada endapan kecokelatan. Larutan dititrasi dengan Na2S2O3, sampai larutan berwarna kuning pucat, kemudian ditambahkan 3 tetes amilum, dan dititrasi lagi dengan Na2S2O3 sampai larutan putih kehijauan terbentuk dengan volume Na2S2O3 7,8 ml, dengan kemurnian 83 %.
Tujuan dilakukannya uji kemurnian agar dapat mengetahui % kemurnian yang didapat dari pembuatan K3[Fe(CN)6] yang telah didapat melalui proses yang cukup panjang, selain itu untuk mengetahui % pengotor yang ada pada kristal yang terbentuk.
Dalam percobaan pembentukan K3[Fe(CN)6] terjadi beberapa kesalahan seperti saat penimbangan KMnO4 yang tidak tepat, sehingga larutan yang dihasilkan warna ungu yang sangat pekat, sehingga saat dicampurkan larutan berwarna cokelat dan saat dipanaskan larutan kuning tidak terbentuk. Kesalahan yang pasti ada juga terjadi saat proses titrasi, karena penentuan titik ekuivalen yang tidak tepat.
Karakteristik kristal yang terbentuk antara lain :
–        Padatan berwarna merah orange
–        Berbentuk jarum
Titrasi yang dilakukan pada proses ini adalah titrasi iodometri, yang merupakan suatu titrasi tak langsung dimana Na2S2O3 tidak langsung bereaksi dengan titran, tapi akan bereaksi dengan I2 yang bebas dari KI. Jumlah I2 yang bereaksi setara dengan jumlah zat yang akan ditetapkan kadarnya dengan indikator amilum.
Katalisator adalah suatu zat yang dapat mempercepat terjadinya reaksi, tetapi saat reaksi itu selesai, zat katalisator akan kembali kebentuknya semula. Contoh katalisator adalah H2SO4.
Sebelum melakukan titrasi dan setelah penambahan KI, larutan harus ditutup dengan plastik hitam agar ion iodin yang dibebaskan tidak menguap atau lepas dan tidak bereaksi.
Kristalisasi adalah peisahan suatu zat yang terbentuk kristal dari larutannya. Sedangkan rekristalisasi adalah pemurnian suatu zat yang berbentuk kristal yang didasarkan pada perbedaan daya larut antara zat yang dilarutkan dengan zat – zat pengotornya. Proses kristalisasi dalam percobaan ini terjadi saat campuran larutan K4[Fe(CN)6] dan KMnO4 yang dicampurkan dan filtratnya diaupkan sampai jenuh hingga terbentuk kristal. Selanjutnya proses rekristalisasi terjadi saat kristal yagn terbentuk ditambah H2O yang larutannya didiamkan dan endapan yang terbentuk dikeringkan hingga terbentuk endapan kembali.
Iodometri adalah analisa titrimetrik yang secara tidak langsung untuk zat yang bersifat oksidator seperti besi (III), tembaga II, dimana zat ini akan mengoksidasi iodida, yang ditambahkan membentuk iodin. Iodin yang terbentuk akan ditentukan dengan menggunakan larutan baku tiosulfat.
Oksidator + KI  ® I2  +  2I-
I2  +  Na2S2O3  ®  Na2S4O6
Sedangkan iodimetri adalah merupakan analisis titrimetrik yang secara langsung digunakan untuk zat reduktor atau natrium tiosulfat dengan menggunakan larutan iodin atau dengan penambahan larutan baku berlebihan. Kelebihan iodin dititrasi kembali dengan larutan tiosulfat.
Reduktor  +  I2  ®  2I-
Na2S2O3  +  I2  ®  2NaI  +  Na2S4O6



BAB 5


PENUTUP

5.1    Kesimpulan
–        Karakteristik kristal K3[Fe(CN)6] yang didapat adalah padatan berwarna orange, berbentuk jarum dan ringan.
–        Uji kemurnian bertujuan untk mengetahui kemurnian yang didapat dari logam K4[Fe(CN)6] yang telah melewati proses yang cukup panjang sampai terbentuk K3[Fe(CN)6].
–        Kemurnian yang didapat dari kristal yang terbentuk adalah 83 %, artinya pengotor kristal yang ada dalam kristal sekitar 17 %, sehingga dapat diaktakan kristal cukup murni.

5.2    Saran
Dilakukan juga standarisasi tiosulfat agar konsentrasinya dapat diketahui



DAFTAR PUSTAKA


 
 
Keenan, 1986. Kimia Untuk Universitas II. Erlangga : Jakarta
Khopkar, 1990. Konsep Dasar Kimia Analitik. UI-Press. Jakarta
Svehla, 1990. Analisis Anorganik Kualitatif. Kalman Media Pusaka
Syukri. 1999. Kimia Dasar I. ITB : Bandung


pengunjung