Rabu, 22 Agustus 2012

Love Story


Aku Ingin Mama Kembali

Di Propinsi Zhejiang China, ada seorang anak laki-laki yang luar biasa, sebut saja namanya Zhang Da. Perhatiannya yang besar kepada Papanya, hidupnya yang pantang menyerah dan mau bekerja keras, serta tindakan dan perkataannya yang menyentuh hati membuat Zhang Da, anak lelaki yang masih berumur 10 tahun ketika memulai semua itu, pantas disebut anak yang luar biasa. Saking jarangnya seorang anak yang berbuat demikian, sehingga ketika Pemerintah China mendengar dan menyelidiki apa yang Zhang Da perbuat maka, merekapun memutuskan untuk menganugerahi penghargaan Negara yang Tinggi kepadanya. Zhang Da adalah salah satu dari sepuluh orang yang dinyatakan telah melakukan perbuatan yang luar biasa dari antara 1,4 milyar penduduk China . Tepatnya 27 Januari 2006 Pemerintah China, di Propinsi Jiangxu, kota Nanjing, serta disiarkan secara Nasional keseluruh pelosok negeri, memberikan penghargaan kepada 10 (sepuluh) orang yang luar biasa, salah satunya adalah Zhang Da. Mengikuti kisahnya di televisi, membuat saya ingin menuliskan cerita ini untuk melihat semangatnya yang luar biasa. Bagi saya Zhang Da sangat istimewa dan luar biasa karena ia termasuk 10 orang yang paling luar biasa di antara 1,4 milyar manusia. Atau lebih tepatnya ia adalah yang terbaik diantara 140 juta manusia. Tetapi jika kita melihat apa yang dilakukannya dimulai ketika ia berumur 10 tahun dan terus dia lakukan sampai sekarang (ia berumur 15 tahun), dan satu-satunya anak diantara 10 orang yang luar biasa tersebut maka saya bisa katakan bahwa Zhang Da yang paling luar biasa di antara 1,4 milyar penduduk China.
Pada waktu tahun 2001, Zhang Da ditinggal pergi oleh Mamanya yang sudah tidak tahan hidup menderita karena miskin dan karena suami yang sakit keras. Dan sejak hari itu Zhang Da hidup dengan seorang Papa yang tidak bisa bekerja, tidak bisa berjalan, dan sakit-sakitan. Kondisi ini memaksa seorang bocah ingusan yang waktu itu belum genap 10 tahun untuk mengambil tanggungjawab yang sangat berat. Ia harus sekolah, ia harus mencari makan untuk Papanya dan juga dirinya sendiri, ia juga harus memikirkan obat-obat yang yang pasti tidak murah untuk dia. Dalam kondisi yang seperti inilah kisah luar biasa Zhang Da dimulai. Ia masih terlalu kecil untuk menjalankan tanggung jawab yang susah dan pahit ini. Ia adalah salah satu dari sekian banyak anak yang harus menerima kenyataan hidup yang pahit di dunia ini. Tetapi yang membuat Zhang Da berbeda adalah bahwa ia tidak menyerah. Hidup harus terus berjalan, tapi tidak dengan melakukan kejahatan, melainkan memikul tanggungjawab untuk meneruskan kehidupannya dan papanya. Demikian ungkapan Zhang Da ketika menghadapi utusan pemerintah yang ingin tahu apa yang dikerjakannya. Ia mulai lembaran baru dalam hidupnya dengan terus bersekolah. Dari rumah sampai sekolah harus berjalan kaki melewati hutan kecil. Dalam perjalanan dari dan ke sekolah itulah, Ia mulai makan daun, biji-bijian dan buah-buahan yang ia temui. Kadang juga ia menemukan sejenis jamur, atau rumput dan ia coba memakannya. Dari mencoba-coba makan itu semua, ia tahu mana yang masih bisa ditolerir oleh lidahnya dan mana yang tidak bisa ia makan. Setelah jam pulang sekolah di siang hari dan juga sore hari, ia bergabung dengan beberapa tukang batu untuk membelah batu-batu besar dan memperoleh upah dari pekerjaan itu. Hasil kerja sebagai tukang batu ia gunakan untuk membeli beras dan obat-obatan untuk papanya.. Hidup seperti ini ia jalani selama lima tahun tetapi badannya tetap sehat, segar dan kuat
Zhang Da Merawat Papanya yang Sakit.
Sejak umur 10 tahun, ia mulai tanggungjawab untuk merawat papanya. Ia menggendong papanya ke WC, ia menyeka dan sekali-sekali memandikan papanya, ia membeli beras dan membuat bubur, dan segala urusan papanya, semua dia kerjakan dengan rasa tanggung jawab dan kasih. Semua pekerjaan ini menjadi tanggung jawabnya sehari-hari.
Zhang Da menyuntik sendiri papanya.
Obat yang mahal dan jauhnya tempat berobat membuat Zhang Da berpikir untuk menemukan cara terbaik untuk mengatasi semua ini. Sejak umur sepuluh tahun ia mulai belajar tentang obat-obatan melalui sebuah buku bekas yang ia beli. Yang membuatnya luar biasa adalah ia belajar bagaimana seorang suster memberikan injeksi/suntikan kepada pasiennya. Setelah ia rasa ia mampu, ia nekad untuk menyuntik papanya sendiri. Saya sungguh kagum, kalau anak kecil main dokter-dokteran dan suntikan itu sudah biasa. Tapi jika anak 10 tahun memberikan suntikan seperti layaknya suster atau dokter yang sudah biasa memberi injeksi saya baru tahu hanya Zhang Da. Orang bisa bilang apa yang dilakukannya adalah perbuatan nekad, sayapun berpendapat demikian. Namun jika kita bisa memahami kondisinya maka saya ingin katakan bahwa Zhang Da adalah anak cerdas yang kreatif dan mau belajar untuk mengatasi kesulitan yang sedang ada dalam hidup dan kehidupannya. Sekarang pekerjaan menyuntik papanya sudah dilakukannya selama lebih kurang lima tahun, maka Zhang Da sudah trampil dan ahli menyuntik.
Aku Mau Mama Kembali.
Ketika mata pejabat, pengusaha, para artis dan orang terkenal yang hadir dalam acara penganugerahan penghargaan tersebut sedang tertuju kepada Zhang Da, Pembawa Acara bertanya kepadanya, “Zhang Da, sebut saja kamu mau apa, sekolah di mana, dan apa yang kamu rindukan untuk terjadi dalam hidupmu, berapa uang yang kamu butuhkan sampai kamu selesai kuliah, besar nanti mau kuliah di mana, sebut saja. Pokoknya apa yang kamu idam-idamkan sebut saja, di sini ada banyak pejabat, pengusaha, orang terkenal yang hadir. Saat ini juga ada ratusan juta orang yang sedang melihat kamu melalui layar televisi, mereka bisa membantumu!” Zhang Da pun terdiam dan tidak menjawab apa-apa. MC pun berkata lagi kepadanya, “Sebut saja, mereka bisa membantumu” Beberapa menit Zhang Da masih diam, lalu dengan suara bergetar iapun menjawab, “Aku Mau Mama Kembali. Mama kembalilah ke rumah, aku bisa membantu Papa, aku bisa cari makan sendiri, Mama Kembalilah!” demikian Zhang Da bicara dengan suara yang keras dan penuh harap. Saya bisa lihat banyak pemirsa menitikkan air mata karena terharu, saya pun tidak menyangka akan apa yang keluar dari bibirnya. Mengapa ia tidak minta kemudahan untuk pengobatan papanya, mengapa ia tidak minta deposito yang cukup untuk meringankan hidupnya dan sedikit bekal untuk masa depannya, mengapa ia tidak minta rumah kecil yang dekat dengan rumah sakit, mengapa ia tidak minta sebuah kartu kemudahan dari pemerintah agar ketika ia membutuhkan, melihat katabelece yang dipegangnya semua akan membantunya. Sungguh saya tidak mengerti, tapi yang saya tahu apa yang dimintanya, itulah yang paling utama bagi dirinya. Aku Mau Mama Kembali, sebuah ungkapan yang mungkin sudah dipendamnya sejak saat melihat mamanya pergi meninggalkan dia dan papanya.
Tidak semua orang bisa sekuat dan sehebat Zhang Da dalam mensiasati kesulitan hidup ini. Tapi setiap kita pastinya telah dikaruniai kemampuan dan kekuatan yang istimewa untuk menjalani ujian di dunia. Sehebat apapun ujian yang dihadapi pasti ada jalan keluarnya…ditiap-tiap kesulitan ada kemudahan dan Allah tidak akan menimpakan kesulitan diluar kemampuan umat-Nya. Jadi janganlah menyerah dengan keadaan, jika sekarang sedang kurang beruntung, sedang mengalami kekalahan…. bangkitlah!!! karena sesungguhnya kemenangan akan diberikan kepada siapa saja yang telah berusaha sekuat kemampuannya.

disadur dari : www.MichaelYamin.net

Kisah Perjuangan Seorang Ibu


Tiga Karung Beras

Ini adalah makanan yang tidak bisa dibeli dengan uang. Kisah ini adalah kisah nyata sebuah keluarga yang sangat miskin, yang memiliki seorang anak laki-laki. Ayahnya sudah meninggal dunia, tinggalah ibu dan anak laki-lakinya untuk saling menopang.
Ibunya bersusah payah seorang membesarkan anaknya, saat itu kampung tersebut belum memiliki listrik. Saat membaca buku, sang anak tersebut diterangi sinar lampu minyak, sedangkan ibunya dengan penuh kasih menjahitkan baju untuk sang anak.
Saat memasuki musim gugur, sang anak memasuki sekolah menengah atas. Tetapi justru saat itulah ibunya menderita penyakit rematik yang parah sehingga tidak bisa lagi bekerja disawah.
Saat itu setiap bulannya murid-murid diharuskan membawa tiga puluh kg beras untuk dibawa kekantin sekolah. Sang anak mengerti bahwa ibuya tidak mungkin bisa memberikan tiga puluh kg beras tersebut.
Dan kemudian berkata kepada ibunya: "Ma, saya mau berhenti sekolah dan membantu mama bekerja di sawah". Ibunya mengelus kepala anaknya dan berkata, "Kamu memiliki niat seperti itu mama sudah senang sekali tetapi kamu harus tetap sekolah. Jangan khawatir, kalau mama sudah melahirkan kamu, pasti bisa merawat dan menjaga kamu. Cepatlah pergi daftarkan kesekolah nanti berasnya mama yang akan bawa kesana".
Karena sang anak tetap bersikeras tidak mau mendaftarkan kesekolah, mamanya menampar sang anak tersebut. Dan ini adalah pertama kalinya sang anak ini dipukul oleh mamanya.
Sang anak akhirnya pergi juga kesekolah. Sang ibunya terus berpikir dan merenung dalam hati sambil melihat bayangan anaknya yang pergi menjauh.
Tak berapa lama, dengan terpincang-pincang dan nafas tergesa-gesa Ibunya datang ke kantin sekolah dan menurunkan sekantong beras dari bahunya.
Pengawas yang bertanggung jawab menimbang beras dan membuka kantongnya dan mengambil segenggam beras lalu menimbangnya dan berkata, "Kalian para wali murid selalu suka mengambil keuntungan kecil, kalian lihat, disini isinya campuran beras dan gabah. Jadi kalian kira kantin saya ini tempat penampungan beras campuran". Sang ibu ini pun malu dan berkali-kali meminta maaf kepada ibu pengawas tersebut.
Awal bulan berikutnya ibu memikul sekantong beras dan masuk kedalam kantin. Ibu pengawas seperti biasanya mengambil sekantong beras dari kantong tersebut dan melihat. Masih dengan alis yang mengerut dan berkata, "Masih dengan beras yang sama". Pengawas itupun berpikir, apakah kemarin itu dia belum berpesan dengan Ibu ini dan kemudian berkata, "Tak perduli beras apapun yang Ibu berikan kami akan terima tapi jenisnya harus dipisah jangan dicampur bersama, kalau tidak maka beras yang dimasak tidak bisa matang sempurna. Selanjutnya kalau begini lagi, maka saya tidak bisa menerimanya"
Sang ibu sedikit takut dan berkata : "Ibu pengawas, beras dirumah kami semuanya seperti ini jadi bagaimana? Pengawas itu pun tidak mau tahu dan berkata, "Ibu punya berapa hektar tanah sehingga bisa menanam bermacam-macam jenis beras". Menerima pertanyaan seperti itu sang ibu tersebut akhirnya tidak berani berkata apa-apa lagi.
Awal bulan ketiga, sang ibu datang kembali kesekolah. Sang pengawas kembali marah besar dengan kata-kata kasar dan berkata, "Kamu sebagai mama kenapa begitu keras kepala, kenapa masih tetap membawa beras yang sama. Bawa pulang saja berasmu itu !".
Dengan berlinang air mata sang ibu pun berlutut di depan pengawas tersebut dan berkata: "Maafkan saya bu, sebenarnya beras ini saya dapat dari mengemis". Setelah mendengar kata sang ibu, pengawas itu kaget dan tidak bisa berkata apa-apa lagi. Sang ibu tersebut akhirnya duduk diatas lantai, menggulung celananya dan memperlihatkan kakinya yang sudah mengeras dan membengkak.
Sang ibu tersebut menghapus air mata dan berkata: "Saya menderita rematik stadium terakhir, bahkan untuk berjalan pun susah, apalagi untuk bercocok tanam. Anakku sangat mengerti kondisiku dan mau berhenti sekolah untuk membantuku bekerja disawah. Tapi saya melarang dan menyuruhnya bersekolah lagi."
Selama ini dia tidak memberi tahu sanak saudaranya yang ada di kampung sebelah. Lebih-lebih takut melukai harga diri anaknya.
Setiap hari pagi-pagi buta dengan kantong kosong dan bantuan tongkat pergi kekampung sebelah untuk mengemis. Sampai hari sudah gelap pelan-pelan kembali kekampung sendiri. Sampai pada awal bulan semua beras yang terkumpul diserahkan kesekolah.
Pada saat sang ibu bercerita, secara tidak sadar air mata Pengawas itupun mulai mengalir, kemudian mengangkat ibu tersebut dari lantai dan berkata, "Bu sekarang saya akan melapor kepada kepala sekolah, supaya bisa diberikan sumbangan untuk keluarga ibu."
Sang ibu buru- buru menolak dan berkata: "Jangan, kalau anakku tahu ibunya pergi mengemis untuk sekolah anaknya, maka itu akan menghancurkan harga dirinya. Dan itu akan mengganggu sekolahnya. Saya sangat terharu dengan kebaikan hati ibu pengawas, tetapi tolong ibu bisa menjaga rahasia ini."
Akhirnya masalah ini diketahui juga oleh kepala sekolah. Secara diam-diam kepala sekolah membebaskan biaya sekolah dan biaya hidup anak tersebut selama tiga tahun. Setelah Tiga tahun kemudian, sang anak tersebut lulus masuk ke perguruan tinggi qing hua dengan nilai 627 point.
Dihari perpisahan sekolah, kepala sekolah sengaja mengundang ibu dari anak ini duduk diatas tempat duduk utama. Ibu ini merasa aneh, begitu banyak murid yang mendapat nilai tinggi, tetapi mengapa hanya ibu ini yang diundang. Yang lebih aneh lagi disana masih terdapat tiga kantong beras.
Pengawas sekolah tersebut akhirnya maju kedepan dan menceritakan kisah sang ibu ini yang mengemis beras demi anaknya bersekolah.
Kepala sekolah pun menunjukkan tiga kantong beras itu dengan penuh haru dan berkata, "Inilah sang ibu dalam cerita tadi."
Dan mempersilakan sang ibu tersebut yang sangat luar biasa untuk naik ke atas mimbar.
Anak dari sang ibu tersebut dengan ragu-ragu melihat kebelakang dan melihat gurunya menuntun mamanya berjalan keatas mimbar. Sang ibu dan sang anakpun saling bertatapan. Pandangan mama yang hangat dan lembut kepada anaknya. Akhirnya sang anak pun memeluk dan merangkul erat mamanya dan berkata: "Oh Mamaku....."
Kasih ibu sepanjang masa, sepanjang jaman dan sepanjang kenangan.

disadur dari : www.MichaelYamin.net

Love Story


SEMANGKUK BAKSO

Dikisahkan, biasanya di hari ulang tahun Putri, ibu pasti sibuk di dapur memasak dan menghidangkan makanan kesukaannya. Tepat saat yang ditunggu, betapa kecewa hati si Putri, meja makan kosong, tidak tampak sedikit pun bayangan makanan kesukaannya tersedia di sana. Putri kesal, marah, dan jengkel.
"Huh, ibu sudah tidak sayang lagi padaku. Sudah tidak ingat hari ulang tahun anaknya sendiri, sungguh keterlaluan," gerutunya dalam hati. "Ini semua pasti gara-gara adinda sakit semalam sehingga ibu lupa pada ulang tahun dan makanan kesukaanku. Dasar anak manja!"
Ditunggu sampai siang, tampaknya orang serumah tidak peduli lagi kepadanya. Tidak ada yang memberi selamat, ciuman, atau mungkin memberi kado untuknya.
Dengan perasaan marah dan sedih, Putri pergi meninggalkan rumah begitu saja. Perut kosong dan pikiran yang dipenuhi kejengkelan membuatnya berjalan sembarangan. Saat melewati sebuah gerobak penjual bakso dan mencium aroma nikmat, tiba-tiba Putri sadar, betapa lapar perutnya! Dia menatap nanar kepulan asap di atas semangkuk bakso.
"Mau beli bakso, neng? Duduk saja di dalam," sapa si tukang bakso.
"Mau, bang. Tapi saya tidak punya uang," jawabnya tersipu malu.
"Bagaimana kalau hari ini abang traktir kamu? Duduklah, abang siapin mi bakso yang super enak."
Putri pun segera duduk di dalam.
Tiba-tiba, dia tidak kuasa menahan air matanya, "Lho, kenapa menangis, neng?" tanya si abang.
"Saya jadi ingat ibu saya, nang. Sebenarnya... hari ini ulang tahun saya. Malah abang, yang tidak saya kenal, yang memberi saya makan. Ibuku sendiri tidak ingat hari ulang tahunku apalagi memberi makanan kesukaanku. Saya sedih dan kecewa, bang."
"Neng cantik, abang yang baru sekali aja memberi makanan bisa bikin neng terharu sampai nangis. Lha, padahal ibu dan bapak neng, yang ngasih makan tiap hari, dari neng bayi sampai segede ini, apa neng pernah terharu begini? Jangan ngeremehin orangtua sendiri neng, ntar nyesel lho."
Putri seketika tersadar, "Kenapa aku tidak pernah berpikir seperti itu?"
Setelah menghabiskan makanan dan berucap banyak terima kasih, Putri bergegas pergi. Setiba di rumah, ibunya menyambut dengan pelukan hangat, wajah cemas sekaligus lega,
"Putri, dari mana kamu seharian ini, ibu tidak tahu harus mencari kamu ke mana. Putri, selamat ulang tahun ya. Ibu telah membuat semua makanan kesukaan Putri. Putri pasti lapar kan? Ayo nikmati semua itu."
"Ibu, maafkan Putri, Bu," Putri pun menangis dan menyesal di pelukan ibunya. Dan yang membuat Putri semakin menyesal, ternyata di dalam rumah hadir pula sahabat-sahabat baik dan paman serta bibinya. Ternyata ibu Putri membuatkan pesta kejutan untuk putri kesayangannya.

disadur dari : www.MichaelYamin.net

Selasa, 05 Juni 2012

Tugas Khusus Kerja Praktek


Estimasi Nilai Ketidakpastian Pengukuran Pada Analisis Gas Standar Autotermal dan Prereformer dengan Metode Kromatografi Gas
di PT. Kaltim Metanol Industri Bontang

Oleh :
Darmin

Pendahuluan
Latar belakang
Banyak keputusan penting dibuat berdasarkan hasil analisis kimia khususnya kimia kuantitatif, misalnya dalam memperkirakan rendemen, dalam menguji kesesuaian materi terhadap syarat keberterimaan atau batasan nilai, atau untuk memperkirakan nilai ekonomis suatu bahan. Kapanpun keputusan dibuat berdasarkan hasil-hasil analisis kimia kuantitatif, adalah penting untuk memperoleh keyakinan kualitas hasil-hasil pengujian tersebut. Salah satu indikator kualitas hasil-hasil pengujian tersebut adalah adanya suatu estimasi nilai ketidakpastian.
            Selain dipersyaratkan dalam regulasi yang berlaku seperti halnya ISO 17025 klausul 5.4.6 (terutama klausul 5.4.6.2) yang menyatakan: “Laboratorium pengujian harus juga mempunyai dan menerapkan prosedur untuk mengestimasi ketidakpastian pengukuran…”, nilai ketidakpastian memungkinkan pengguna data hasil ukur untuk dapat mengevaluasi kehandalan data, membandingkan data dari beberapa pengukuran terpisah, mengevaluasi keseuaian dengan spesifikasi, dan mengevaluasi kesesuaian data hasil ukur terhadap tujuan penggunaannya(fitnessforpurpose).
            Sebagai konsekuensi dari pemenuhan regulasi dan kebutuhan yang semakin meningkat akan kredibilitas laboratorium serta hasil ukur yang dihasilkannya maka penguasaan yang mendalam akan kuantitasi nilai ketidakpastian dalam pengujian kimia analitik menjadi amat diperlukan dan tidak terhindarkan.

 Tujuan 
1. Untuk mengetahui tingkat presisi dan akurasi data analisis standar gas Autotermal dan Prereformer di   Laboratorium PT. Kaltim Metanol Industry Bontang.
2.  Untuk mengetahui besaran nilai ketidakpastian pengukuran pada analisis standar gas Autotermal dan Prereformer  di Laboratorium PT. Kaltim Metanol Industri Bontang.

Tinjauan Pustaka
 Definisi
Definisi ketidakpastian (uncertainty) adalah parameter yang menetapkan rentang nilai yang didalamnya diperkirakan terletak nilai kuantitas yang diukur. Jadi bisa diartikan bahwa hasil pengukuran kuantitatif tidak tepat bila dilaporkan sebagai satu angka atau nilai tunggal, misalnya “kemurnian metanol hasil produksi PT. KMI Bontang 99,999 %”.

Dari hasil pengukuran tersebut kita tidak yakin bahwa nilai tersebut benar, namun akan lebih yakin jika nilai tersebut adalah nilai perkiraan. Jika customer yang mengujikan menghendaki pada nilai benar maka cara yang terbaik adalah dengan melaporkan rentang nilai yang merupakan batas-batas perkiraan yang mana nilai benar tersebut berada dalam rentang itu. Dari maksud inilah didalam menentukan dan menghitung rentang nilai tersebut menentukan nilai ketidakpastian.

Akurasi dan Presisi
Akurasi adalah kedekatan kesesuaian antara hasil pengukuran dengan nilai benar dari kuantitas yagg diukur. Akurasi ini menyatakan ukuran seberapa dekat hasil pengukuran terhadap nilai benar yang diperkirakan.
Sedangkan presisi  adalah kedekatan suatu rangkaian pengukuran berulang satu sama lain. Presisi merupakan ukuran penyebaran / dispersi suatu kumpulan hasil pengukuran. Disamping itu presisi diterapkan pada pengukuran berulang tanpa menghiraukan letak nilai rata-rata terhadap nilai benar. Presisi sendiri diukur dalam bentuk replicability, repeatability, reproducibility.

Estimasi Ketidakpastian
Melalui pendekatan sistematik, garis besar estimasi/evaluasi ketidakpastian adalah mengkuantitasikan kesalahan dan mengkombinasikan (menggabungkan) kesalahan-kesalahan tadi.
Prosedur mengestimasi ketidakpastian pengukuran/pengujian meliputi  5 tahapan :
1.   Spesifikasi obyek yang diukur/diuji (specification of the measurand)
2. Identifikasi sumber-sumber ketidakpastian
3. Kuantifikasi nilai ketidakpastian
4. Perhitungan ketidakpastian gabungan (combined uncertainty)
5. Perhitungan ketidakpastian diperluas (expanded uncertainty)

Metodologi
Ruang Lingkup
Pengukuran ini dimaksudkan untuk menentukan nilai ketidakpastian yang terdapat dalamperhitungan / analisa gas standar Autothermal dan Prereformer dengan memperhitungkan semua kemungkinan faktor – faktor ketidakpastian dalam analisa ini yaitu kepresisian metode, purity gas standar, akurasi metode dan presisi instrumen.

Prinsip Analisa
Dasar pemisahan kromatografi gas ialah penyebaran cuplikan di antara fasa diam yang permukaannya relatif luas dan fase bergerak berupa gas yang menelusuri fase diam. Pelarut atau fasa diam akan menahan komponen secara selektif berdasarkan koefisien distribusinya sehingga terbentuk pemisahan setiap komponen. Waktu retensi pemisahan setiap komponen bersifat spesifik dan merupakan dasar analisis kualitatif dan luas kurva hasil pemisahan tiap komponen berbanding lurus dengan konsentrasinya yang merupakan dasar analisis kuantitatif secara kromatografi.





Jumat, 11 Mei 2012

LEADERSHIP : What Makes A Great Leader


Apa yang ada dipikiran kita  untuk membuat seseorang menjadi pemimpin besar? Siapakah yang  layak menjadi seorang pemimpin besar? Kualitas apa yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin besar?  Kita tahu  bahwa tidak semua manusia terlahir untuk menjadi seorang pemimpin ? Tapi satu hal yang  kita harus tahu bahwa setiap manusia memiliki potensi, bakat, kemampuan, dan kapasitas yang unik, secara pribadi. Namun, sangat menyedihkan kalau kita tidak mengembangkan potensi yang ada didalam diri kita dan tidak melakukan apa-apa.

Dan banyak sekali orang ingin menjadi pemimpin besar  tetapi sedikit sekali mereka yang berhasil.  Karena mereka tidak menggali potensi yang ada didalam diri mereka. Karena potensi tidak dapat terwujud tanpa bentuk. Seperti beton, potensi harus dicurahkan ke dalam suatu wadah, sesuatu yang dapat memberi bentuk pada potensi itu dan membuat menjadi berguna. Bentuk apakah yang di pakai sebagai tempat untuk mencurahkan potensi ?    Keputusan – keputusan . Untuk mengembangkan potensi yang benar kita harus membuat suatu rencana,memiliki tujuan,ide, atau visi yang besar dan mengambil tindakan. Potensi adalah harta yang tidak ternilai seperti emas. Dan kita semua memiliki emas yang terpendam didalam hidup kita dan kita harus menggali dan mendapatkannya.

Howard Schultz, the CEO of Starbucks, dalam bukunya  “Lessons From the Top: The Search for America's Best Business Leaders”, membuat observasi sebagai berikut :

“I think it's very difficult to lead today when people are not really truly participating in the decision. You won't be able to attract and retain great people if they don't feel like they are part of the authorship of the strategy and the authorship of the really critical issues. If you don't give people an opportunity to really be engaged, they won't stay."”

Sebagai seorang pengusaha dengan karyawan, salah satu tujuan utama Anda adalah terutama  untuk menarik dan mempertahankan pekerja termotivasi.  Patty Vogan,  salah satu  pemilik dari Victoria Coaching dan juga  chairman dari organisasi CEO terbesar di dunia, TEC International, menjelaskan lima kunci yang akan membantu Anda menjadi seorang pemimpin yang besar.




Kunci # 1: Anda harus memiliki visi. Kita semua pernah mendengar pepatah "Anda harus berdiri untuk sesuatu, atau Anda akan gagal dan jatuh" Tapi apakah maksudnya itu? Sebagai seorang pemimpin, Anda harus belajar untuk mengkomunikasikan visi atau visi dari perusahaan Anda untuk orang yang Anda ingin mengikuti Anda. Tapi bagaimana bisa Anda melakukannya?
• Belajar untuk melukis  dengan kata-kata. Berbicaralah, menulislah, menggambarlah, atau sentuhlah.  Apapun metodenya  untuk dapat  membuat sebuah  gambar, lakukan hal itu. Seperti yang mereka katakan, " A picture is worth a thousand words."
• Mintalah setiap manajer lainnya di perusahaan Anda untuk memberitahu Anda, dalam kata-kata mereka sendiri, tentang visi perusahaan. Seberapa jauhkah Anda berpikir mereka mengerti? Apakah tim Anda pada pengertian yang sama seperti Anda?
• Ketika Anda bekerja, visi perusahaan Anda harus berada dalam pikiran Anda setiap hari, dan Anda harus mengevaluasi kembali kadang-kadang sehingga tetap teraplikasi dengan perubahan zaman di mana kita hidup. Dan ingat, staf Anda harus sama terlibat sebagai Anda dalam menjaga visi itu tetap up to date . Pastikan mereka terlibat di dalamnya.

Kunci # 2: Anda harus memiliki gairah (passion). Pikirkan para pelaut yang bepergian dengan Christopher Columbus atau Leif Ericsson untuk mengeksplorasi wilayah yang belum dipetakan. Gairah pemimpin mereka mengilhami mereka untuk menghadapi tantangan baru dan sangat berbahaya.
Untuk membangun sebuah tim manajemen yang luar biasa, Anda harus menyalakan terus "api di perut mereka," supaya mereka merasakan suatu  gairah tentang perusahaan dan juga  visi dari pemimpin. Gairah adalah suatu bagian penting dari menjadi seorang pemimpin besar,  jika Anda tidak memilikinya, Anda tidak bisa menjadi pemimpin besar. Bayangkan semua pemimpin besar yang ada  sepanjang zaman dan coba sebutkan nama yang tidak memiliki gairah.
Dan gairah ini menular.  Ketika Anda berbicara tentang visi Anda untuk perusahaan, biarkan gairah Anda untuk menular pada orang yang mendengar.  Orang lain akan merasakannya. Jika Anda tidak memiliki gairah untuk visi Anda, maka  Anda perlu menciptakan kembali suatu  visi yang memang membuat anda bergairah.

Kunci # 3: Anda harus belajar untuk menjadi pembuat keputusan besar. Bagaimana keputusan besar  tersebut diambil dalam perusahaan Anda? Bagaimana proses Anda untuk memutuskannya? Sebagai contoh, apakah Anda berbicara dengan tim manajemen dan membuat daftar pro dan kontra untuk membantu Anda membuat keputusan yang terbaik? Mungkin Anda melakukan analisis biaya. Atau apakah Anda membuat timeline untuk strategi implementasi, proses dan waktu?
Tentunya  Anda tidak ingin menjadi salah satu dari pemimpin-pemimpin yang tidak pernah berkonsultasi  sebelum membuat keputusan, kemudian mengumumkan perubahan pada hari berikutnya dan akhirnya  menjadi frustrasi ketika tidak ada mengikutinya. Jika Anda salah satu dari mereka, Anda perlu  menerapkan suatu  proses melakukannya. 
Sistem  dibawah ini dapat Anda gunakan untuk menjadi pembuat keputusan yang lebih baik. Sistem  ini disebut Q-CAT:
• Q = Cepat. Jadilah cepat tapi tidak tergesa-gesa.
• C = Berkomitmen. Jadilah berkomitmen terhadap keputusan Anda, tetapi tidak kaku.
• A = Analitik. Jadilah analitis, tetapi tidak lebih menganalisis (analisis terlalu banyak dapat menyebabkan kelumpuhan.)
• T = Thoughtful. Jadilah bijaksana dalam  semua hal yang penting, tapi jangan obsesif.
Bila Anda menggunakan Q-CAT, itu akan membantu Anda untuk memutuskan kapan membawa orang lain ke proses tersebut dan apa langkah-langkah yang  perlu diambil untuk membantu Anda membuat keputusan yang lebih baik.

Kunci  # 4: Anda harus menjadi pembangun tim. Untuk menjadi seorang pemimpin besar, Anda harus mengembangkan sebuah tim besar . Tapi bagaimana Anda melakukan itu? Anda dapat memulai dengan menyerahkan tanggung jawab kepada tim dan membiarkan tim Anda untuk menjalankannya. Ajarkan tim Anda untuk menggunakan Q-CAT sistem pengambilan keputusan dan memberi mereka kebebasan untuk bekerja melalui keputusan mereka sendiri.
Ketika sepertinya semua tidak sesuai dengan dead line yang diharapkan,  inilah waktunya Anda tetap berkata  bahwa  Anda percaya mereka mampu, untuk membiarkan mereka tahu bahwa Anda mendukung mereka dan siap untuk membantu. Juga  bersiaplah untuk mengubah rencana dan membuat yang baru. Jangan lupa tetap menggunakan humor untuk menjaga semangat tim Anda selama krisis ini. Ketika terjadi sesuatu yang sulit, tim Anda akan melihat Andalah yang membuat  mereka kuat dan terus bertahan.

Kunci  # 5: Anda harus memiliki karakter. Tanpa karakter, semua  "kunci" yang lain ini akan menjadi  sia-sia. Itu karena kekuatan karakter dan keterbatasan pribadi Anda memainkan peran penting dalam gaya kepemimpinan Anda. Pertanyaan sebenarnya adalah, apakah Anda menyadari apa peran yang mereka mainkan? Semua pemimpin besar telah mengambil langkah-langkah untuk belajar tentang kepribadian individu mereka dan bagian apa yang dimainkannya dalam gaya kepemimpinan mereka.
Jadi apa gaya kepemimpinan Anda? Jika Anda tidak tahu, ada  begitu banyak penilaian gaya kepemimpinan yang tersedia. Ini cara yang baik untuk melakukan "cek karakter" pada diri sendiri dan keterampilan kepemimpinan Anda. Kemudian, setelah Anda melakukan penilaian, tanyalah pada diri sendiri adalah, apakah Anda merasa karakter  anda sesuai dengan  penilaian tersebuta?  Dalam belajar menjadi seorang pemimpin besar, langkah pertama adalah terbuka terhadap  semua umpan balik tentang diri Anda sebagai seorang pemimpin.

Coach Margetty Herwin,  Certified Master Coach dari  Life Coach, Executive Coach, Business and Money Coach  dalam seminar bertemakan leadership yang diselenggarakan  beberapa waktu lalu, menyebutkan 10 tipe pemimpin selevel presiden direktur dibawah ini, yang sukses dengan bisnisnya.

1. Tipe Inovator
Terdapat sejumlah nama yang termasuk tipe pemimpin kaya inovasi ini. Sebut saja Steve Jobs, Co-Founder, Chairman & CEO, Apple, Inc atau Mark Zuckerberg, Founder & CEO Facebook. Kedua nama ini memiliki gaya kepemimpinan yang serupa tapi tak sama. Satu-satunya kesamaan mereka adalah inovasi yang diciptakan, dan menghasilkan bisnis beraset besar.

* Mark Zuckerberg, pebisnis muda kelahiran New York, 1984
Gaya kepemimpinan: Perfeksionis, pendobrak, dan kreatif.
Kekuatan kunci: Menggabungkan kemampuan teknis yang tinggi, bidang TI, dengan komunitas sosial.
Keputusan besar: Drop out dari kampus dan menciptakan Facebook.

* Steve Jobs, lahir pada 1955 di San Fransisco
Gaya kepemimpinan: Visioner, kreatif dan mandiri, otokratik.
Kekuatan kunci: Memiliki pemahaman naluriah terkait terhadap teknologi.
Keputusan besar: Mengembangkan iPod dan iTunes.

2. Tipe Pionir
Michael Dell (CEO Dell Inc), lahir di Houston, 1965
Gaya kepemimpinan: Tidak egois, tidak mengeksklusifkan diri, melayani.
Kekuatan kunci: Berpikir lebih jauh ke depan dan tidak konvensional.
Keputusan besar: Menjual produk Dell dari pintu ke pintu.

3. Tipe Motivator
W. James McNerney, Jr (CEO The Boeing Company) lahir di Rhode Island, 1949
Gaya kepemimpinan: Inspirasional, penuh rasa ingin tahu, visioner, individu yang efektif.
Kekuatan kunci: Mampu maksimalkan potensi SDM-nya.
Keputusan besar: Bergabung dengan GE Asia dan menjadi mendunia karenanya.

4. Tipe Organizer
Fred Smith (pendiri, Chairman & CEO FEDEX), lahir di Mississippi, 1944
Gaya kepemimpinan: Visioner, berani mengambil risiko, ulet.
Kekuatan kunci: Jeli melihat peluang.
Keputusan besar: Menciptakan integrasi sistem pengiriman udara.

5. Tipe Ahli Strategi
Warren Buffet (pendiri, Chairman & CEO, Berkshire Hathaway) lahir di Omaha, 1930
Gaya kepemimpinan: Tak pernah berasumsi.
Kekuatan kunci: Cerdas membuat perhitungan bisnis.
Keputusan besar: Sukses mengenalkan bisnis portal (dotcom).

6. Tipe Membangun
Carlos Ghosn (President & CEO, Nissan & Renault), lahir di Porto Veho, Brazil, 1954
Gaya kepemimpinan: Menggunakan pendekatan langsung, mengubah masalah rumit menjadi solusi praktis.
Kekuatan kunci: Pengorganisasan, disiplin.
Keputusan besar: Melawan arus dalam merger antara Renault dengan Nissan.

7. Tipe Penilai
Jack Welch (Chairman & CEO General Electric) lahir di Massachussetts, 1935
Gaya kepemimpinan: Terus terang, tegas, fokus. 
Kekuatan kunci: Lahir sebagai pemenang.
Keputusan besar: Pengurangan kerja dan divestasi.

8. Tipe Visioner
* Lew Frankfort (Chairman & CEO Coach Inc) lahir di New York, 1947
Gaya kepemimpinan: Teliti, bersemangat, berorientasi pada tujuan
Kekuatan kunci: Mengenalkan dan mengadaptasi teknik operasional pemerintahan dengan SOP dari Coach.
Keputusan besar: Merekrut Tommy Hilfiger sebagai desainer

* JW Marriott, Sr (pendiri & CEO Marriott Company) lahir di Marriott, Utah, 1900
Gaya kepemimpinan: Kokoh, sistematis, perfeksionis, perhatian.
Kekuatan kunci: Mengeksplorasi cara untuk ekspansi dalam mengubah dunia.
Keputusan besar: Menciptakan bisnis katering penerbangan udara.

9. Tipe Kontroversial
Rupert Murdoch (Chairman & CEO News Corp) lahir di Melbourne, Australia, 1931
Gaya kepemimpinan: Ambisius, terikat, tegas sebagai penentu.
Kekuatan kunci: Mengkombinasikan uang, relasi dan itikad untuk memberikan penentuan harga di pasar bebas.
Keputusan besar: Mempertahankan kontroling yang efektif di perusahaan media miliknya.

10. Tipe Penakluk Dunia
Howard Schultz (Chairman & CEO Starbucks)
Gaya kepemimpinan: Inspirasional, berpegang teguh, antusias, kharismatik.
Kekuatan kunci: Bakat marketing dan wawasan tentang peluang kesempatan.
Keputusan besar: Beralih dari kebijakan konvensional dalam menciptakan kopi yang mendunia.




Beberapa contoh di bawah ini juga merupakan contoh  dari  para CEO yang ada di Indonesia, sebagai berikut :

Betti  Alisjahbana, wanita pertama yg dipercaya memimpin IBM kawasan  Asia Pasifik. Didukung pengalaman lebih dari  20 tahun  berkecimpung di dunia teknologi  informasi,  Betty membagikan  tipe kepemimpinannya  yang mampu menciptakan budaya kinerja tinggi IBM yaitu dalam hal :
Membangun bisnis dengan fondasi misi dan nilai2
Menciptakan organisasi yg gesit dan tampil prima
Menciptakan budaya melayani dan terus menerus belajar tanpa  henti

Fransiscus  Welirang ,Vice President  Direktur  Indofood,  memiliki  kepemimpinan yang  membawa Bogasari senantiasa bertransformasi dan atau terus menerus melakkan perubahan demi perubahan yang meliputi segenap hal strategis bg psh. Indofood memiliki resep tersendiri dalam melakukan leadersip transformation , yaitu dengan menggunakan 8 principles of transformation  yang terdiri atas hal-hal sebagai berikut :
Principles of  historical forces
Principles of clarity of purposes
Principles of desirable end state
Principles of power of the will
Principles of sustainable profitability
Principles of challenges and constraint
Principles of the key
Principles of the change of friendliness

Stanley Setia  Atmadja, CEO  PT Adira Dinnamika Multifinance. Dimulai  sejak kepemimpinannya di  tahun  1991 telah  berhasil merubah  perusahaan tersebut  yg tadinya hanya berfokus keuntungan jangka pendek, dimana semua urusan ditangani sendiri,  juga porttfolio  bisnis, jaringan dan man power masih minim menjadi perusahaan kelas dunia.  Dengan growth  strategy  yang dia miliki, maka  dia memutuskan utk mengelola  perusahaannya secara profesional  seperti perusahaan  kelas dunia. Sehingga  dicanangkan visi yg baru yaitu, menjadi perusahaan pembiayaan kelas dunia, sehingga semua misi dan nilai2nya pun berubah. 

Belajar  dari berbagai tipe dan contoh di atas kekuatannya adalah bahwa mereka menggembangkan potensi yang ada didalam diri mereka dan tidak ada kata menyerah ,  disiplin yang tinggi, motivasi yang kuat, kreativitas yang tinggi, kejujuran, integritas,  berani, bertanggung jawab, dan lain sebagainya. Semua yang ada didalam diri kita perlu dikembangkan sehingga kita dapat melihat keberhasilan dan itu adalah suatu kebahagian yang tidak ternilai. 

Jadi, apakah Anda seorang pemimpin besar? Atau apakah Anda memiliki keinginan untuk menjadi seorang  pemimpin yang besar? Ingat, seorang pemimpin besar adalah seseorang yang memiliki visi yang jelas dan dapat mengubah visi itu menjadi gambaran yang jelas sehingga orang lain dapat melihat. Ketika Anda berbicara tentang visi Anda, itu harus dengan hasrat Anda rasakan dalam hati Anda, gairah yang menciptakan antusiasme yang akan membuat tim Anda ingin untuk bergabung. Ketika keputusan besar perlu dibuat, Anda harus mendorong semua orang untuk menggunakan sistem Q-CAT dan bertanggung jawab atas tindakan sendiri. Dan Anda harus terus-menerus menilai karakter Anda sendiri dan tidak pernah berhenti tumbuh, pribadi atau profesional.

Sumber : Vibizmanagement .com

pengunjung